RELEVANSI FATWA MUI NO.1/MUNAS VII/MUI/15/2005 TENTANG PERLINDUNGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL TERHADAP PENGATURAN PERLINDUNGAN HAK CIPTA MENURUT UU NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA

Dody Tri Purnawinata

Abstract


ABSTRAK
Hak Cipta sebagai hak kekayaan harus mendapat perlindungan hukum baik secara hukum positif maupun dari hukum Islam. Hal ini dianggap perlu karena hak cipta termasuk dalam hak kekayaan, dan hak kekayaan dalam Islam harus mendapat perlindungan (Hifzul Maal). Fatwa MUI pada tahun 2005 mengenai Hak Kekayaan Intelektual menyuarakan pentingnya perlindungan hak tersebut, maka penulis kemudian mengkaji tentang relevansi Fatwa MUI tentang Hak Kekayaan Intelektual dengan tolak ukurnya adalah Undang Undang Hak Cipta No 19 Tahun 2002. Jenis penelitian yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah studi pustaka (library research) dengan model penelitian hukum normatif. Hasil dari penelitian menunjukkan relevansi Fatwa MUI mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual terhadap Undang Undang No 19 Tahun 2002 mengenai Hak Cipta, baik dari segi istilah dan pengertian, ruang lingkup ciptaan, masa berlakunya perlindungan, pendaftaran ciptaan,dan dari segi penegakan hukumnya. Hingga dapat dilihat adanya persamaan dan perbedaan prinsip yang dipakai MUI dan UUHC dalam ketetapan hukumnya. Yang pada akhirnya dapat dilihat bahwa ada beberapa Fatwa MUI yang relevan dan ada pula yang kurang relevan terhadap Undang Undang Hak Cipta.

ABSTRACT
Copyrights as equity have to get protection of law both through positive law and also from Islam law. This Matter assumed to need because copyrights are included in equity, and equity in Islam has to get protection (Hifzul Maal). Religious advices of MUI in the year 2005 hitting Intellectual Equity important voicing of its protection of rights, then the writer want to dig deeper about the relevantion of Religious advices of MUI about Intellectual Equity with its yardstick Invitor Invite Copyrights of No 19 Year 2002. Research type used in writing of this skript is library research with law normatif research model. Result of from research show Religious advices relevansi of MUI concerning Rights Of Intellectual Properties to Invitor Invite No 19 Year 2002 hitting Copyrights, either from term facet and congeniality, creation scope, a period of going into effect protection it, registration of creations,and the straightening of its law. Till can be seen the existence of equation and difference of principle used by MUI and UUHC in decision of its law. Which is on finally can be seen that there are some Religious advices of MUI relevant and there also less relevant to Invitor Invite Copyrights

Keyword : Hak, Hak Cipta, Hak Kekayaan Intelektual, Hak Eksklusif, Fatwa MUI, Relevansi, Perlindungan Hukum, Ibtikar

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/318/jiptummpp-gdl-s1-2009-dodytripur-15857-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Hak;Hak Cipta;Hak Kekayaan Intelektual;Hak Eksklusif;Fatwa MUIRelevansi;Perlindungan Hukum;Ibtikar