ANALISIS YURIDIS SOSIOLOGIS DAMPAK HUKUM PEMBERLAKUAN UU RI NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP TINGKAT PERCERAIAN ( Studi Kasus di Pengadilan Agama Kota Malang )

MOCHAMAD SOEF

Abstract


ABSTRAK
Perkawinan adalah merupakan salah satu ibadah Islam yang dilakukan sesuai tuntunan agama Islam yang termaktub dalam Al-qur'an dan Al-Hadist dan bertujuan menjalankan syariat Allah SWT, sehingga menciptakan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah serta di ridhoi oleh-Nya. Perkawinan kadangkala tidak sesuai dengan tujuan semula. Ketidak mengertian dan kesalah pahaman masing-masing pihak tentang peran, hak dan kewajibannya membuat perkawinan tidak harmonis lagi. Hal itu dapat memicu pertengkaran yang terus-menerus. Akhirnya suami atau istri melakukan tindakan kekerasan, melukai fisik atau psikis pasangannya. Inilah yang kemudian dinamakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kemudian diimplementasikan dalam UU RI No. 23 tahun 2004 tentang PKDRT (penghapusan kekerasan dalam rumah tangga).
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat yuridis sosiologis, yaitu pendekatan penelitian yang mengkaji masalah hubungan kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga merupakan tindakan yang berlawanan dengan hukum karena bersifat merusak, baik fisik, psikis serta ekonomi (Nafaqah). Penelitian di PA kota malang.
Perceraian masalah yang tidak asing lagi dewasa ini, seperti halnya perceraian di kota malang menunjukkan peningkatan prosentase perceraiandi kota malang. Jumlah perceraian tiga tahun akhir ini (2005-2007) cukup tinggi, cerai gugat 2131 kasus dan cerai thalaq 1127 kasus. Dalam data PA malang, ada tiga faktor tertinggi penyebab perceraian, adalah: a). Ekonomi, b). Tidak Tanggung Jawab, dan c). Ketidak Harmonisan dalam rumah tangga. Tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menurut hukum Islam adalah haram hukumnya, dikarenakan kedudukan suami dan istri seimbang dikarenakan saling melengkapi satu sama yang lain dalam rumah tangga. Dalam masalah pendidikan pada istri nuyuz (tidak taat pada suami) dalam masalah kebaikan, diperbolehkan sebagaimana dalam QS. An-Nisa' 04:34, akan tetapi tidak menimbulkan sakit secara fisik atau non fisik. Deskripsi kekerasan dalam hukum positif, adalah; a). Pasal 7 UU PKDRT jo Pasal 351-356 KUHP (penganiayaan, kekerasan fisik), b). Pasal 9, 47 dan 48 UU PKDRT jo Pasal 324-337 KUHP (kekerasan psikologis, kejahatan asusila), c). Pasal 5 UU PKDRT jo Pasal 442 KUHP (penelantaran rumah tangga (kekerasan ekonomi), d). Pasal 470 KUHP (perampasan kemerdekaan).

ABSTRACT
Marriage is to represent one of the conducted Islam religious service according to Islam manual which in Al-Qur'an and of Al-Hadist and aim to syariat Allah SWT, so that create family of sakinah, and mawaddah of rahmah and also ridho by Him. Marriage of disagree with target initialy. Don't understand and is wrong of thigh about role, its rights and obligations make inharmonious marriage again. That thing earn to trigger continuous quarel. Finally wife or husband conduct action hardness, hurting physical or is psychical of its couple. This is later;then named by Hardness In Household (KDRT), later;then implementation in UU RI No. 23 year 2004 about PKDRT (abolition of hardness in household).
Approach method which is used in this research have the character of sosiologis yuridis, that is approach of research the studying the problem of hardness relation that happened in household represent adversative action with law because having the character of to destroy, physical goodness, psychical and also economics (Nafaqah). Research in malang PA town.
Divorce of old stuff problem these days, as does divorce in unlucky town show the make-up of the percentage of perceraiandi of malang town. Amount of divorce three this final years (2005-2007) high enough, divorce to sue 2131 case and divorce thalaq 1127 case. In the document of PA Malang, there is three highest factor cause of divorce, is: a). Economic, b). Don' t Responsibility, and c). Don' t Harmonious in household. Act hardness in household (KDRT) according to Islam law is illicit its law, because of dimiciling well-balanced wife and husband because of equiping each other one other same in household. In problem of education at wife of nuyuz (don' t meekly at husband) in problem of kindliness, enabled as in QS. An-Nisa' 04:34, however don' t generate pain physically or non physical. Hardness Deskripsi in positive law, is; a). Section 7 UU PKDRT Section jo 351-356 KUHP (maltreatment, hardness of physical), b). Section 9, 47 and 48 UU PKDRT Section jo 324-337 KUHP (psychological hardness, badness of asusila), c). Section 5 UU PKDRT Section jo 442 KUHP neglected of household (hardness of economics), d). Section 470 KUHP (hijack of independence).

Keyword : cerai gugat, cerai thalaq, kekerasan, nuyuz

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/318/jiptummpp-gdl-s1-2009-mochamadso-15858-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


cerai gugat;cerai thalaq;kekerasan;nuyuz