Perilaku Seks Bebas dan Aborsi Mahasiswa di Malang

Setyo Rini, Serli Megi, Hutri Agustino

Abstract


Malang sebagai kota pendidikan Internasional dan sebagai tempat persinggahan serta wisata berpotensi besar terhadap munculnya permasalahan sosial. Disinilah tempat berbaurnya berbagai macam budaya dari masing-masing daerah satu dengan lainnya saling mempengaruhi sehingga komunitas yang paling besarlah yang akan mendominasi pertarungan budaya (class culture) tersebut.
Beberapa dampak dari hal diatas adalah munculnya perilaku seks bebas dan aborsi dikalangan mahasiswa. Hasil penelitian di kota-kota pendidikan tentang pergaulan bebas dikalangan mahasiswa seperti Bandung dan Yogyakarta menunjukkan angka yang mencengangkan. Hal inilah yang menjadi alaan dilakukannya penelitian ini.
Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui secara pasti penyebab dan dampak mereka berperilaku seperti ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan corak deskriptif, serta memakai teknik wawancara secara mendalam (dept interview) dalam proses pengumpulan datanya (fact finding).
Berdasarkan hasil fact finding (dengan jumlah informan 19 mahasiswa yang tersebar pada 10 kampus terbesar di Malang), maka dapat dikonklusikan bahwa perilaku menyimpang diatas diakibatkan oleh factor just for fun, trend, dan factor materi. Pergaulan bebas berupa free sex menjadi identitas pergaulan yang dianggap modern dikalangan mahasiswa. Sedangkan aborsi dianggap sebagai "katup penyelamat" perilaku mereka. Beberapa informan mengatakan bahwa free sex yang sering kali dilakukan bertujuan untuk bersenang-senang, mengakrabkan pergaulan, bukti kesetiaa terhadap pasangan, dan berorientasi kepada materi. Temuan lainnya mengindikasikan bahwa bukan hanya antar mahasiswa yang melakukan hubungan tersebut. Beberapa informan ada yang mengatakan bahwa oknum Polri juga ada yang terlibat langsung dengan perilaku ini.
Kecenderungan diatas dipicu oleh lemahnya pengawasan dari orang tua dan masyarakat serta institusi terkait. Dilingkungan mahasiswa tinggal, masyarakat terkesan sangat permisif dengan kecenderungan perilaku tersebut, sehingga dalam waktu yang tidak begitu lama diprediksi frekuensi free sex dan aborsi mahasiswa di Malang akan terus meningkat secara signifikan.

Keywords


Perilaku Seks Bebas; Just for fun; Aborsi

Full Text:

PDF