Studi Kasus Formalin Pada Tahu Takwa di Kotamadya Kediri

Dian Purwanti, Zaqia Nur Fajarini, Amar Ma’ruf Ayudiah Aprilianti

Abstract


Pada akhir tahun 2005 dan awal tahun 2006 publikasi tentang penyalahgunaan bahan kimia yang berbahaya sangat gencar pada media massa di Indonesi. Formalin merupakan salah satu bahan kimia yang digunakan pada produk olahan kedelai seperti tahu. Formalin adalah nama dagang larutan Formaldehid dalam air dengan kadar 30-40 %. Di pasaran formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 %, serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram. Dari hasil sampling dan laboratorium di beberapa kota besar di Indonesia diketahui bahwa sebesar 1,91 % tahu mengandung formalin dengan prosentase terbesar pada Kotamadya Kediri yaitu 10,42 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah kadar formalin pada beberapa tahu takwa di kotamadya Kediri dan bagaimana kelayakan konsumsi tahu takwa tersebut. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai referensi bagi konsumen dalam memilih tahu sebagai bahan makanan serta sebagai rujukan bagi POM untuk lebih intensif dalam melakukan kontrol terhadap bahan makanan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 November 2006 di laboratorium Dinas Kesehatan Malang. Sampel dari Penelitian ini sebanyak 24 produk tahu takwa yang tersebar di Kotamadya Kediri dengan teknik pengambilan sampel secara Cluster Proportial. Varibel penelitian ini adalah kadar formalin pada tahu takwa. Dari penelitian didapatkan bahwa dari 24 sampel tahu takwa yang tidak mengandung formalin sebanyak 9 buah dengan prosentase 37,50 %, sedangkan tahu dengan kandungan formalin sebanyak 15 buah dengan prosentase 62,50 %. Dengan prosentase terendah adalah 0.25 % dan tertinggi adalah 1,5 %. Menurut International Proggrame on Chemical Safety, bahwa batas toleransi formalin yang dapat diterima oleh tubuh adalah 0.1 miligram perliter, sehingga dari data diatas diketahui bahwa tahu takwa yang dijadikan sampel sebanyak 62.50 % tidak layak dikonsumsi dan tidak sehat.

Keywords


formalin; tahu takwa; Kotamadya Kediri

Full Text:

PDF