TINJAUAN YURIDIS UU NO.3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DALAM PENERAPAN PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP ANAK NAKAL SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA

Sunandar Rizqy S, Afan Ari Kartika, Putri Noor Adha

Abstract


Peneliti membahas mengenai realita dalam pelaksanaan penerapan penjatuhan sanksi pidana kepada anak nakal yang melakukan tindak pidana narkotika. Hal ini dipilih karena anak sebagai bagian dari generasi muda bangsa dan masalah narkotika merupakan salah satu masalah yang mengancam ketertiban dan keamanan bangsa. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengetahui realita penerapan penjatuhan sanksi pidana, metode pendekatan yang digunakan adalah metode yuridis sosiologis yaitu penelitian yang didasarkan pada peraturan-peraturan yang berlaku dan juga dilihat dari segi kenyataan atau realita yang ada dalam masyarakat, dengan menggunakan descriptive kualitative analisys (analisa diskriptif kualitatif). Penelitian ini dilakukan di Kota Banjarmasin dengan responden penyidik yang pernah menangani kasus narkotika yang dilakukan oleh anak di Banjarmasin, beberapa anak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, serta hakim anak yang ada di Pengadilan Negeri Banjarmasin.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mengenai penjatuhan sanksi pidana kepada anak yang melakukan tindak pidana narkotika ternyata tidak semuanya dijatuhi sanksi pidana, ada yang diberikan kebijaksanaan tergantung dari berat atau ringannya kasus narkotika tersebut. Bagi kasus yang berat akan tetap dilanjutkan ke Pengadilan, dan di Pengadilan Hakim dalam mengambil penjatuhan sanksi tetap mengacu pada UU No.3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak, karena didalam UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika tidak mengatur secara spesifik tentang penjatuhan sanksi kepada anak yang melakukan tindak pidana narkotika. Saran yang diberikan oleh peneliti adalah agar pemerintah secepatnya membuat LAPAS khusus untuk anak di daerah Banjarmasin dan sekitarnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya dan untuk panti rehabilitasi agar dilengkapi dengan fasilitas medis untuk penyembuhan bagi mereka yang ketergantungan.

Keywords


Anak, Perspektif, Rehabilitasi

Full Text:

PDF