KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM SASTRA ANALISIS DESKRIPTIF NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER

Ritmha Candra Ariesha, Nina Mayasari, Susiani

Abstract


Budaya patriarki (kekuasaan) yang masih kuat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan menimbulkan beragam diskriminasi terhadap perempuan. Komunitas perempuan dianggap sebagai warga nomor dua, di bawah signifikansi peran laki-laki. Karena itu, posisi dan peran perempuan tidak dianggap signifikan, hanya sebagai tumbal kepentingan laki-laki. Terjadinya kekerasan bermula dari adanya pola relasi kekuasaan yang timpang antara laki-laki dengan perempuan. Kondisi ini tidak jarang mengakibatkan tindak kekerasan oleh suami terhadap istrinya justru dilakukan sebagai bagian dari penggunaan otoritas yang dimilikinya.Kekerasan terhadap perempuan dalam novel memang belum mendapatkan penyelesaian final, namun itu menunjukkan kehadiran teks sastra yang merupakan imaginative reality truth dapat membawa sastra kepada dua hal. Sastra dihadapkan pada pilihan untuk membeberkan begitu saja realitas yang terjadi pada saat ia mencipta, atau sastra menyajikan sebuah gagasan baru tentang rekontruksi budaya dan sosial sebagai respon dari realitas sekaligus melahirkan pandangan, sikap, dan gagasan baru dari berbagai persoalan kemanusiaan.Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu metode yang menggambarkan keadaan atau suatu fenomena. Penulis berusaha menggali, membedah karya sastra untuk mencari konstruksi kekerasan disebabkan oleh kekuasaan terhadap perempuan yang terdapat dalam novel. Data dalam karya tulis ini berupa satuan cerita atau kalimat dalam novel tersebut.

Keywords


Kekerasan, Perempuan, Karya Sastra, dan Gender

Full Text:

PDF