KONTROVERSI PERISTIWA AOI (ANGKATAN OEMAT ISLAM) ) DI KEBUMEN TAHUN 1950

Banu Setiawan, Puteri Soraya Mansur, Muhammad Iqbal

Abstract


Latar belakang penelitian ini ialah adanya perbedaan pendapat mengenai kebenaran antara Angkatan Bersenjata (militer) dengan Angkatan Oemat Islam (AOI) dalam peristiwa AOI di Kebumen tahun 1950. Angkatan Bersenjata mengambil kesimpulan bahwa peristiwa tersebut sebagai pemberontakan. Namun sebaliknya AOI menganggap peristiwa itu sebagai sebuah wujud perlawanan untuk mempertahankan diri dari tuduhan dari fihak militer. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa AOI bukan pemberontak yang memiliki tujuan untuk mendirikan negara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta untuk mengetahui dampak peristiwa tersebut terhadap anggotaanggota AOI pascaperistiwa AOI di Kebumen tahun 1950. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang terdiri dari empat tahap, yaitu: (1)

Heuristik atau pengumpulan sumber; (2) Kritik sumber; (3) Interpretasi; dan (4) Penyajian atau penulisan sejarah. Ihwal penelitian peristiwa AOI tahun 1950 ini dikategorikan sebagai sejarah lisan (oral history), sehingga kegiatan pengumpulan sumber ditempuh melalui wawancara dengan beberapa responden dalam peristiwa AOI di Kebumen tahun 1950. Hasil wawancara tersebut kemudian dilakukan pengamatan fisik (kritik ekstern) dan meneliti kebenaran isinya (kritik intern). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perpecahan di dalam AOI dan kesalahpahaman penafsiran terhadap pembunuhan tanggal 31 Juli 1950 antara fihak Angkatan Bersenjata dengan fihak AOI. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis, yaitu peristiwa tersebut bukan sebuah pemberontakan yang memiliki tujuan mendirikan negara di dalam NKRI, serta terdapat dampak di pelbagai aspek kehidupan, seperti: psikologi, ekonomi dan

sosial terhadap anggota-anggota AOI.

 

Penulis adalah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta


Keywords


Angkatan Oemat Islam; Kontroversi; Kebumen; umm

Full Text:

DOC