KAJIAN LIMIT BROWN C

Yeti Wahyu Sulistyowati

Abstract


Konsep limit klasik (Cauchy, 1821) dianggap oleh sebagian Matematikawan masih memiliki kelemahan, khuusnya jika dihadapkan pada permasalahan tingkat dasar dalam masalah divergensi. Sehingga wajar apabila muncul konsep limit Brown C (1996) untuk mengatasi permasalahan divergensi yang tidak dapat diselesaikan oleh konsep limit klasik (limit Cauchy).
Definisi pada limit Brown C meliputi definisi limit Cauchy, dimana pada limit Brown C dibentuk himpunan dari limit fungsional yaitu:
B = {m (x) m(x) = b log b,c }
Sedangkan sifat-sifatnya juga hamper sama pada limit Cauchy seperti:
1. Jika maka c tunggal.
2. Jika dan ada, maka:
(i)
(ii)
Untuk sifat limit perkalian dua fungsi diadakan basis B dengan memodifikasi fungsi-fungsi di dalam B oleh fungsi-fungsi elementer sederhana adalah cara lain untuk menyatakan masalah divergensi, sehingga pada sifat perkalian berlaku:
?Jika dan ada; maka ada?
Karena dalam pembahasan ini terbatas pada fungsi riil dengan satu variabel, maka diharapkan ada pembahasan lebih lanjut yaitu tentang fungsi riil dengan dua variabel atau fungsi trigonometri dengan menggunakan definisi limit Brown C.

 

Keyword : Limit Cauchy, Limit Brown C dan Divergensi

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/52/jiptummpp-gdl-s1-2005-yetiwahyus-2553-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Limit Cauchy; Limit Brown C dan Divergensi