PENGARUH ANTARA KEMAMPUAN SKOLASTIK DAN KEMAMPUAN PENALARAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATEMATIKA (STUDI PADA SISWA KELAS I SMU PGRI Lawang)

Dwi Retnaning Ayu

Abstract


Belajar matematika diperlukan suatu kegiatan mental yang tinggi karena obyek kajian matematika yang dipelajari merupakan suatu yang abstrak oleh sebab itu diperlukan cara belajar yang berurutan, setapak demi setapak dan berkesinambungan agar memperoleh hasil belajar yang baik. Siswa yang kurang dalam hal abstraksi, generalisasi, kemampuan penalaran deduktif, penalaran induktif serta kemampuan numerik akan mendapatkan kesulitan dalam belajar matematika, kemampuan-kemampuan itu merupakan kemampuan dasar yang mempengaruhi keberhasilan belajar matematika.
Rendahnya hasil belajar matematika yang diperoleh siswa menunjukan indikasi bahwa peserta didik mengalami kesukaran dalam memahami materi matematika maupun menyelesaikan soal-soal matematika. Faktor-faktor yang mempengaruhi sukarnya belajar matematika dalam menyelesaikan soal-soal matematika antara lain adalah kemampuan umum, kemampuan penalaran, kemampuan skolastik. Kemampuan penalaran merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan proses berfikir dalam menarik kesimpulan. Kemampuan skolastik merupakan gabungan antara kemampuan verbal dan kemampuan numerik, adapun pengertiannya yaitu kemampuan seseorang dalam memahami ide-ide atau konsep-konsep yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata maupun dalam bentuk angka - angka. Hipotesis dalam penelitian ini terdiri dari tiga hipotesis yaitu: (1) Ada pengaruh antara kemampuan penalaran dengan hasil belajar, (2) Ada pengaruh antara kemampuan skolastik dengan hasil belajar, (3) Ada pengaruh antara kemampuan penalaran dan kemampuan skolastik dengan hasil belajar.
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pengaruh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SMU PGRI Lawang yang terdiri dari 7 kelas, sedangkan pengambilan sampelnya menggunakan purposiv sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kemampuan penalaran dan kemampuan skolastik sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa.
Data dari hasil penelitian ini diperoleh melalui tes psikologi yang terdiri dari tes kemapuan skolastik dan tes kemampuan penalaran serta melalui tes hasil belajar matematika yang diberikan kepada siswa. Untuk analisa data yang dipergunakan adalah analisis regresi linier ganda. Dari hasil analisis data yang diperoleh, untuk hipotesis 1 dan 2 tidak terjawab karena data tidak linear sedangkan untuk hipotesis 3 diperoleh Fhit = 3,581 dan Ftab = 3,30 dengan taraf siknifikansi 0,05. Karena Fhit > Ftab maka H0 ditolak. Ini berarti ada pengaruh antara kemampuan penalaran dan kemampuan skolastik dengan hasil belajar matematika siswa kelas I SMU PGRI Lawang.

 

Keyword : Hasil belajar,kemampuan penalaran,kemampuan skolastik

Related Links : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/55/jiptummpp-gdl-s1-2005-dwiretnani-2719-pendahul-n.pdf


Keywords


Hasil belajar; kemampuan penalaran; kemampuan skolastik; UMM