APLIKASI ARITMETIKA MODULO PADA SISTEM HOROSKOP MASYARAKAT JAWA

Anik Yulianti

Abstract


Disadari atau tidak dalam perkembangan ilmu dan teknologi sekarang ini matematika mendasari ilmu pengetahuan yang lain. Salah satunya adalah bilangan yang dapat membantu manusia menerangkan atau mengerjakan suatu kegiatan. Contohnya dapat kita lihat pada masyarakat jawa memiliki kebudayaan yang masih dipertahankan dan digunakan sampai saat ini yaitu ketika akan mengadakan suatu hajatan misal, pernikahan, selamatan kematian, kelahiran dan pindah rumah. Untuk menentukan hari dan pasarannya pada peristiwa-peristiwa tersebut menggunakan istilah petungan (perhitungan) dengan cara menjumlahkan neptu hari, pasaran, dan penanggalan dalam tahun jawa kemudian membaginya dengan angka tertentu sehingga terdapat sisa dan sisa inilah yang dijadikan patokan. Hal seperti ini sama dengan konsep aritmetika modulo dalam bilangan. Aritmetika modulo adalah suatu sistem matematika yang menekankan adanya kenyataan bahwa dua bilangan bulat mempunyai selisih (beda) sama dengan kelipatan bilangan asli. Bilangan-bilangan yang mempunyai selisih sama dengan kelipatan bilangan asli disebut kongruen modulo bilangan asli. Dua buah bilangan bulat a dan b adalah kongruen modulo m (m adalah bilangan asli) jika dan hanya jika m|(a-b) atau a ≡ b (mod m).
Horoskop jawa merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kedudukan wuku, wektu, didalam pranata mangsa berkenaan dengan kelahiran seseorang dan musim sebagai pedoman para ahli nujum untuk mengetahui masa depan seseorang dan keadaan musim ( Doyodipuro,1995:xix).
Dalam aplikasinya pada horoskop jawa menggunakan berbagai modulo seperti: modulo 3, modulo 5, modulo 7, modulo 9 dan modulo 10 untuk pernikahan, modulo 4, modulo 5 dan modulo 7 pada kematian, modulo 5 dan modulo 7 dalam kelahiran, serta modulo 6 digunakan pada pindah rumah.

TRANSLATION

Realized or not in science growth and technological this time mathematics constitute the other science. One of them is a number which can assist the human being explain or do activity. The example earn the us see at Java society own the culture which still be defended and used to date that is when will perform a hajatan for example, nuptials, traditional party death, birth and move the house. To determine the day and its marketing at the event use the term petungan (computation) by add totaling day of neptu, marketing, and calendar in Java year then divide it the certain number so that there are made by this remains and directive remains. Matter of like this is equal to concept of arithmetic modulo in number. Arithmetic modulo is a mathematics system emphasizing the existence of fact that two integer have the difference of this equal to original number fold. Number having difference of is equal to referred by original number fold of original congruent modulo number. Two integer of a and b is congruent modulo m (m is original number) if and only if m|(a-b) or a ? b (mod m).
Java horoscope represent the science of related to domiciling wuku, wektu, in pranata prey with reference to birth of somebody and season as guidance of all clairvoyant to know the future of somebody and season circumstance (Doyodipuro, 1995:xix).
In its application at Java horoscope use various modulo of like: modulo 3, modulo 5, modulo 7, modulo 9 and modulo 10 for the nuptials of, modulo 4, modulo 5 and modulo 7 at death, modulo 5 and modulo 7 in birth, and also modulo 6 used at moving house

 

Keyword : aritmetika modulo, horoskop jawa

Related Links :  http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/17/jiptummpp-gdl-s1-2004-anikyulian-838-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


aritmetika modulo; horoskop jawa; UMM