Department of Mathematics, 2004

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

MODEL TEMPAT DUDUK PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KELAS II SLTP MUHAMMADIYAH I MALANG

Hanik Nurwahyuni

Abstract


Matematika dipelajari dihampir setiap jenjang pendidikan. Pada saat ini dunia pendidikan, khususnya pendidikan matematika telah menjadi perhatian kalangan. Karena sampai saat ini masih banyak yang mendapatkan nilai rendah pada pelajaran matematika. Pada pendidikan matematika dalam jenjang sekolah lanjutan tinggi pertama (SLTP) yang merupakan lanjutan dari pendidikan sekolah dasar (SD) sangat perlu diperhatikan, mengingat penguasaan dini sangat berpengaruh pada tahap berikutnya. Dalam proses belajar mengajar banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya dari guru, lingkungan, faktor dari dalam diri siswa, kurang tepatnya metode belajar serta suasana kelas yang monoton.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar metematika terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan tempat duduk model swing dan cluster serta kelompok yang beranggotakan berapa siswa yang mendapatkan nilai maksimal pada siswa kelas II SLTP Muhammadiyah I Malang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh guru bidang studi matematika.
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dimana kelas eksperimen I diberi perlakuan pembelajaran STAD dengan model tempat duduk cluter sementara kelas eksperimen II diberi perlakuan pembelajaran STAD dengan model tenpat duduk swing. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SLTP Muhammadiyah Malang pada tahun ajaran 2003 / 2004 yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 50 siswa, sedangkan pengambilan kelas eksperimen dengan menggunakan sistem cluster random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini dalah model tempat duduk (swing dan cluster) sedangkan variabel terikatnya adalah hasil tes prestasi belajar metematika.
Data tentang prestasi belajar metematika diperoleh melalui prestai belajar metematika siswa yang diberi perlakuan model swing dan cluster. Untuk analisis data yang digunakan adalah analisis statistik T-test satu pihak. Dari hasil analisis data dan diperoleh thitung = 3,506, dengan menggunakan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan = 48 diperoleh ttabel = 2.01. Ini berarti ada perbedaan yang signifikan hasil belajar pada pembelajaran kooperatif antara tempat duduk model swing dan cluster. Dalam kelas cluster nilai rata-rata kelompok yang tertinggi adalah kelompok yang beranggortakan 4 siswa (79,25) dan bila dilihat dari nilai standart deviasi, kelompok yang beranggotakan 4 siswa yang memiliki proses interaksi yang paling baik, ini terbukti dari nilai standart deviasi yang paling kecil (5,06). Sedangkan dalam kelas swing nilai rata-rata kelompok yang tertinggi adalah kelompok yang beranggotakan 6 siswa (66,3) dan bila dipandang dari segi nilai standart deviasi kelompok yang beranggotakan 6 siswa dalah kelompok yang memiliki proses interaksi yang paling baik, ini terbukti kelompok tersebut memiliki nilai standart devisi yang paling kecil (2,02).

TRANSLATION

Mathematics has studied almost in every education ladder. At the moment in the education world, especially mathematics education becomes an attention of the circle. Because nowadays still a lot of person who get low values at mathemathic lesson. In mathematic education ladder at Junior High School (SLTP) is continuation of education at the Elementary School (SD) very important to paid attention, considering mastery in basic most influence in next phase. In the teaching learning process that is influenced from teacher, environment, and from the student it self, and not suitable learning method and also class atmosphere which is bore.
This research aim to know learning of mathematics to study of type co-operative of STAD with model swing and cluster seat and also group which consist of some member who get maximal value at the class II SLTP Muhammadiyah I Malang. The result of this research is expected can be used as consideration by mathematics teacher.
Research planning which used in this research is case of study, where experimental class I given treatment study of STAD with cluster seat model and experimental class II given treatment study of STAD with swing seat model. The object of this research are students in the class II SLTP Muhammadiyah I Malang at 2003/2004 years which consist of 50 students, while intake of experiment class by using system of cluster sampling random. Free variable in this research is swing and cluster seat model, while variable tied is the result of achievement mathematics learning test.
Data about the achievement of mathematics learning obtained through achievement of mathematic learning who give treatment of swing and cluster seat model. For the analysis of data that used is statistical analysis of T-test in one side. The result of analyse data and obtained by 3,506, by using level of significance 5% and degree of freedom = 48 obtained from table = 2.01. This means tat there is any differences of learning at study of co-operative between swing and cluster seat model. In cluster class highest group average value is group which is consist of 4 students (79,25) and seen from standard deviasi value, group which is consist of 4 students have best interaction process, that proven from smallest of standard deviasi value (5,06). While in swing class highest group average value is group which is consist of 6 students (66,3) and looked from standard deviasi value of group which is consist of 6 students have best interaction process, that is proven that the group have smallest of standard diviasi value (2,02)

 

Keyword : model tempat duduk, kooperatif stad, prestasi belajar matematika

Related Links :  http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/17/jiptummpp-gdl-s1-2004-haniknurwa-843-PENDAHUL-N.pdf



Abstract: PDF , PS , DOC