TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS PENERAPAN PASAL 539 KUHP TERHADAP TRADISI MINUM TUAK (Studi di Polres Kabupaten Tuban)

ACHMAD KHAQQON SULEMQON

Abstract


Kabupaten Tuban adalah salah satu wilayah Indonesia yang memiliki suatu tradisi yang berlangsung dari zaman nenek moyang hingga saat ini, yaitu tradisi minum tuak bersama yang dapat dijumpai dalam kehidupan masyarakat sehari-hari serta dalam tiap acara sedekah bumi, pernikahan, sunatan serta acara-acara lain yang menyuguhkan hiburan Langen Tayub ataupun acara-acara hiburan masyarakat yang lain. Akan tetapi
tradisi minum tuak tersebut bertentangan dengan pasal 539 KUHP; yaitu Barang siapa pada waktu orang mengadakan pesta keramaian bagi umum atau permainan rakyat atau arak-arakan bagi umum, menyediakan minuman keras atau tuak keras dengan percuma atau menyediakan minuman keras atau tuak keras sebagai hadiah, dihukum kurungan selama-lamanya dua belas hari atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 375,-. Penelitian ini mengambil rumusan masalah : 1. Apakah tradisi minum tuak
merupakan pelaggaran pidana menurut pasal 539 KUHP? 2. Bagaimanakah Polres Kabupaten Tuban menangani tradisi minum tuak ? Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, teknik pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara secara langsung dengan responden yaitu dari pihak Kepolisian Resort Tuban dan teknik observasi dengan cara melakukan pengamatan secara langsung dan sistematis dilapangan mengenai fenomena apa saja akan diselidiki. Kemudian data hasil penelitian tersebut dianalisa secara deskriptif analitis.

 

Keyword : Penerapan, Tradisi, Tuak.

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/344/jiptummpp-gdl-s1-2009-achmadkhaq-17154-PENDAHUL-N.PDF


Keywords


Penerapan; Tradisi; Tuak; umm