PENURUNAN BULLWHIP EFFECT PADA SUPPLY CHAIN LPG 12 Kg DENGAN CENTRALIZED DEMAND INFORMATION (Study Kasus Pada Supply Chain LPG 12 Kg Wilayah Malang Bagian Utara)

MUHAMMAD FATHUR ROHMAN

Abstract


Liquid Petroelum Gas atau disebut LPG saat ini merupakan bahan bakar yang sangat penting bagi masyarakat. Apabila terjadi kelangkaan akan sangat meresahkan masyarakat yang menggunakan LPG tersebut. Akan tetapi bila terlalu banyak persediaan terhadap LPG dengan maksud untuk menjaga agar tidak terjadi kelangkaan, tentu saja akan menambah biaya untuk melakukan penyimpanan dan perawatannya. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan dan penanganan informasi yang baik dari setiap tahap supply chain agar LPG tersebut dapat selalu terpenuhi untuk kebutuhan konsumen. Tetapi karena terjadinya kelemahan aliran informasi dan koordinasi pada supply chain disetiap tingkatan, permintaan produk LPG 12 Kg tersebut menjadi tidak stabil. Sehingga seringkali menimbulkan distorsi informasi. Salah satunya adalah teramplifikasinya variasi permintaan dari down stream ke up stream channel. Fenomena ini disebut bullwhip effect. Distorsi informasi ini mengakibatkan terjadinya kelebihan atau kekurangan jumlah produk, meningkatnya biaya persediaan yaitu biaya simpan dan stock out. Berkaitan dengan masalah tersebut maka dirasa perlu melakukan perencanaan untuk mengukur bullwhip effect yang terjadi pada supply chain LPG 12 Kg tersebut. Sehingga variasi permintaan dari down stream ke up stream channel tersebut dapat diminimalkan. Penelitian ini dilakukan pada supply chain LPG 12 Kg wilayah 1 (Malang bagian utara) yaitu pada 1 distributor (PT. Mason Naraji) dan pengecer tetap distributor tersebut.
Penelitian ini difokuskan hanya pada satu jenis produk yaitu LPG 12 Kg. Dan usulan perbaikannya menggunakan konsep Centralized Demand Information (CDI). Dari hasil penelitian terjadi pengurangan besarnya bullwhip effect pada tingkat down stream (pengecer) untuk 4 kelompok agregasi yaitu (ω1) dari 1,1573 (1,16%) menjadi 0,8311 (0,83%). Untuk (ω2) dari 1,072 (1,07%) menjadi 0,653 (0,65%). Untuk (ω3) dari 1,1573 (1,16%) menjadi 0,8311 (0,83%). Dan terakhir (ω4) dari 1,072 (1,07%) menjadi 0,653 (0,65%). Sedangkan ditingkat up stream (distributor) untuk 2 kelompok agregasi yaitu (ω2) dari 0,866 (0,87%) menjadi 0 (0%). Dan (ω4) dari 0,866 (0,87%) menjadi 0 (0%). Besarnya penghematan biaya persediaan (total biaya simpan dan stock out) sebesar Rp. 1.437.475,00 atau 59%.

 

Keyword : Supply Chain, Bullwhip Effect, CDI

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/341/jiptummpp-gdl-s1-2009-muhammadfa-17039-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Supply Chain; Bullwhip Effect; CDI; UMM