PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD ( Studi Pada Rumah Sakit Elizabeth Situbondo )

Prima Devi Raditya Putra

Abstract


Rumah Sakit Elizabeth Situbondo merupakan salah satu dari beberapa Rumah
Sakit yang ada di Kabupaten Situbondo. Dengan kondisi seperti inilah Rumah Sakit yang
ada harus menunjukkan kinerja yang maksimal dan mampu memberikan pelayanan yang
terbaik kepada masyarakat agar dapat menjadi Rumah Sakit pilihan Masyarakat.
Disamping memberikan pelayanan kesehatan, sebagai suatu unit rumah sakit juga
memiliki keharusan untuk selalu senantiasa menjaga kelangsungan hidupnya, bahkan
termasuk semua unit atau bagian yang ada untuk berkembang secara optimal.
Dengan kondisi diatas, maka perusahaan dalam hal ini RS. Elizabeth Situbondo
bisa menjadi perusahaan yang dapat memanfaatkan sistem pengukuran kinerja dengan
menggunakan metode Balanced Scorecard untuk meningkatkan kinerja perusahaan
secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan pelayanan yang dibutuhkan
konsumen dengan cepat, efektif, terpadu, dan profesional.
Pada penelitian ini konsep yang digunakan dalam merancang sistem pengukuran
kinerja adalah Balanced scorecard. Adapun perspektif yang digunakan dalam penelitian
ini meliputi lima perspektif yaitu keuangan, pelanggan , proses bisnis internal,
pertumbuhan dan pembelajaran, dan manfaat bagi masyarakat. Dari kelima perspektif ini
kemudian dikembangkan menjadi indikator-indikator kinerja yang dapat diukur guna
mengetahui tingkat pencapaian kinerja Rumah Sakit. Berdasarkan penentuan indikator
kinerja kemudian dilakukan pengukuran dengan menggunakan data-data yang diperoleh
dari Rumah sakit setiap indikatornya, pengukuran ini menggunakan Objective Matrix
(OMAX), dimana Rumah Sakit secara periodik dapat melakukan perencanaan dan
pengendalian terhadap pencapaian kinerja. Dalam pengukuran menggunakan OMAX,
dimasukkan pula unsur bobot dari tiap indikator yang diukur, dimana dalam penentuan
bobot tiap indikator tersebut menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Dalam
pengukuran kinerja yang dilakukan kelima perspektif menghasilkan 23 indikator. Hasil
pengukuran kinerja sselama 3 periode (2004-2006) Indeks Pencapaian kinerja sebesar
6,616

 

Keyword : pengukuran, kinerja, OMAX, AHP

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/317/jiptummpp-gdl-s1-2009-primadevir-15832-Pendahul-n.pdf


Keywords


pengukuran; kinerja; OMAX; AHP; UMM