PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE HIBRID (Studi Kasus : PT. Jamu Air Mancur Palur - Solo)

Retno Wulandari

Abstract


PT. Jamu Air Mancur yang bertempat di kawasan industri Solo-Sragen merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan jamu-jamu tradisional. Perusahaan sedang menghadapi permasalahan dimana jumlah produk jamu yang dibutuhkan pasar terus meningkat sedangkan perencanaan produksi yang ada kurang efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan adanya permasalahan tersebut maka PT. Jamu Air Mancur harus membuat perencanaan produksi yang optimal dengan kapasitas produksi dan sumber daya yang ada guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Berdasarkan permasalahan di atas peneliti mencoba memberikan alternatif pemecahan masalah dengan metode hybrid yaitu mengintegrasikan model analitik dengan program simulasi. Model analitik dengan program linier dan model simulasi akan dapat mendefinisikan variabel-variabel serta data-data yang bersifat deterministik (konstan) dan probabilistik (bervariasi). Hasil perencanaan produksi yang optimal dengan menggunakan metode linier programming untuk skenario 1 dan 2 pada iterasi ke-0 (kondisi formulasi awal) yang diinputkan pada model simulasi Arena yang dibuat, memberikan keputusan yang tidak layak. Setelah dilakukan perbaikan penyesuaian pada formulasi batasan kapasitas mesin didapatkan solusi rencana produksi yang optimal dan layak serta sudah memperhitungkan probabilitas kecacatan (2 % dari total produksi) untuk skenario 1 produk jamu pegal linu bulan ke-1= 4484 karton, ke-2=4378 karton, ke-3= 4273 karton, ke-4= 4195 karton dan untuk jamu putri ayu bulan ke-1 =4348 karton, ke-2= 4571 karton, ke-3= 4567 karton, ke-4= 4566 karton. sedangkan untuk skenario 2 produk jamu pegal linu bulan ke-1= 4679 karton, ke-2=4233 karton, ke-3= 4418 karton, ke-4= 4373 karton dan untuk jamu putri ayu bulan ke-1 =4100 karton, ke-2= 4570 karton, ke-3= 4563 karton, ke-4= 4567 karton. Dari hasil rencana produksi tersebut disimpulkan bahwa skenario 1 yang lebih tepat karena mempunyai nilai total biaya produksi minimal yaitu sebesar Rp 187.793.550,00.

 

Keyword : Perencanaan produksi, metode hibrid

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/317/jiptummpp-gdl-s1-2009-retnowulan-15836-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Perencanaan produksi; metode hibrid; UMM