QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) DAN SEVEN TOOLS DALAM MERENCANAKAN KUALITAS PADA PRODUK GENTENG MENDIT (Studi Kasus Pada Pabrik Genteng UD. BJ Mendit Malang)

DWI PRATIWI

Abstract


UD.BJ Mendit adalah salah satu industri yang bergerak dibidang pembuatan genteng dari tanah liat yang terkenal di kota Malang, dimana UD. BJ Mendit dalam memproduksi genteng ini terdiri dari lima macam produk genteng antara lain genteng karangpilang, genteng press, genteng mantili, genteng wuwung, dan genteng plesir. Semua produk yang dihasilkan oleh UD. BJ Mendit adalah genteng yang mempunyai permukaan yang sangat halus dan ini merupakan ciri khas dari kualitas hasil produksi UD. BJ Mendit.
Dalam proses produksi pembuatan genteng sering terjadi kesalahan pada genteng yang dihasilkan sepeti adanya cacat yang terjadi seperti cacat gopel, retak, pecah, gosong dan keropos, hal ini disebabkan oleh adanya berbagai penyimpangan yang sering terjadi dalam proses produksi baik dari segi mesin, metode serta human error. Dengan adanya cacat tersebut dapat mengakibatkan pengerjaan ulang atau dapat terjadi penurunan harga pada produk yang cacat.
Guna pencapaian kondisi kecacatan minimum maka harus dilakukan perbaiakan secara terus menerus. Hal tersebut dapat dilaksanakan dengan metode QCC (Quality Control Circle). Teknik ini menggunakan alat-alat dari seven tools seperti : check sheet, diagram pareto, diagaram sebab-akibat, control chat, scatter diagram (diagram sebar), histogram.
Pada metode QCC (Quality Control Circle) ini dilakukan 2 (dua) tahap yaitu Circle I dan Circle II, Dimana Circle I cacat keropos pada genteng layur kecil sebesar 97,43% dan pada Circle II cacat keropos pada genteng layur kecil sebesar 96,64% sehingga pada penurunan cacat keropos sebesar 0,99%, jika dikonversikan ke dalam ukuran genteng menjadi 673 genteng.

 

Keyword : Gugus kendali mutu, Seven tools, Cacat Genteng

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/318/jiptummpp-gdl-s1-2009-dwipratiwi-15863-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Gugus kendali mutu; Seven tools; Cacat Genteng; UMM