Department of Industrial Engineering, 2008

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

PENERAPAN METODE AGE REPLECEMENT DALAM PENENTUAN INTERVAL PENGGANTIAN KOMPONEN KRITIS PADA MESIN GILING GUNA MEMINIMUMKAN BIAYA (Studi kasus : PG. KEBON AGUNG MALANG)

HANDI WAHYUDI

Abstract


Penelitian ini di lakukan pada bulan Agustus 2007 sampai dengan selesai, untuk mengumpulkan data kerusakan dan data biaya dari komponen kritis pada Mesin Giling.
Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan interval penggantian komponen kritis Baut Scraper dan Baut Unigrator pada Mesin Giling, untuk meminimumkan biaya penggantian. Penentuan interval pengantian komponen kritis Baut Scraper dan Baut Unigrator bisa menurunkan total biaya penggantian pada mesin Giling khususnya komponen Baut Scraper dan Baut Unigrator yang selama ini mengeluarkan biaya cukup besar untuk pemeliharaan mesin Giling.
Dengan penerapan Metode Age Replacement, penentuan interval pengantian komponen kritis yang diusulkan bisa diterapkan pada perusahaan guna menurunkan biaya penggantian komponen. Dengan model ini telah di tentukan interval pengantian terhadap komponen Baut Scraper yaitu 13 hari dengan tingkat keandalan mesin sebesar 0.678 dan Baut Unigrator yaitu 16 hari dengan tingkat keandalan mesin sebesar 0,648 sehingga dalam masa penggilingan pada tanggal 08 Mei s/d 25 Desember 2007 terdapat penghematan 36,72 % atau biaya sebesar Rp. 123.202.000,00 dengan C(tp) awal Rp.237.092.469,00 dan C(tp) baru Rp. 150.017.900,00 untuk komponen Baut Scraper dan penghematan 48.95 % atau biaya sebesar Rp.118.147.120,60 dengan C(tp) awal Rp. 241.349.120,60 dan C(tp) baru Rp. 123.202.000,00 untuk komponen Baut Unigrator.

 

Keyword : Age Replacement , Komponen Kritis Mesin Giling

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/263/jiptummpp-gdl-s1-2008-handiwahyu-13111-PENDAHUL-N.pdf



Abstract: PDF , PS , DOC