ANALISA BIAYA OPERASIONAL PENGANGKUTAN SAMPAH KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG (Studi Kasus : Pengangkutan Sampah dari TPS Kecamatan Sukun ke TPA Supit Urang, Kota Malang)

. Fahad

Abstract


Dalam pengangkutan sampah di kota besar seperti kota Malang diharapkan mempunyai suatu sistem pengangkutan sampah yang baik agar tidak terjadi penumpukan sampah di tempat timbunan maupun di TPS. Kelancaran pengangkutan sampah di kota Malang khususnya kecamatan Sukun dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tiap harinya harus mengangkut sampah sebanyak ? 252 m?/hari. Sistem pengangkutan sampah dari TPS ke TPA menggunakan pola container dengan kendaraan arm roll. Biaya operasional kendaraan pengangkut sampah merupakan jumlah rupiah yang dikeluarkan oleh pengelola pengangkutan sampah untuk setiap satuan jarak tempuh. Analisa biaya operasional kendaraan pengangkut sampah di wilayah Kecamatan Sukun, terendah adalah TPS Terminal Mulyorejo dengan jarak 2,2 km, waktu tempuh ? 3 menit dan biaya operasional kendaraannya Rp. 7.275,20 /rit. Sedangkan terbesar adalah TPS Terminal Gadang dengan jarak 14,80 Km, waktu tempuh ? 28 menit dan besar biaya operasional kendaraannya Rp. 148.401,90 /rit. Jumlah kendaraan berjenis arm roll secara analisa dengan asumsi semua pengangkutan menggunakan kendaraan berjenis arm roll dibutuhkan 14 unit sedangkan saat ini kendaraan arm roll yang ada berjumlah 9 unit, maka kendaraan arm roll perlu ditambah 5 unit, sehingga volume sampah yang berada di Kecamatan Sukun dapat terangkut.

 

Keyword : Biaya Operasional, Jumlah Armada

 

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/324/jiptummpp-gdl-s1-2009-fahad02520-16170-Pendahul-n.pdf


Keywords


Biaya Operasional; Jumlah Armada; UMM