STUDI PERENCANAAN STRUKTUR ATAS PROYEK PEMBANGUNAN SEKOLAH NASIONAL BERTARAF INTERNASIONAL, SD MODEL KOTA MALANG MENGGUNAKAN BALOK GRID (SK SNI 2002)

Mohammad Mahrus

Abstract


Struktur balok Grid dibentuk dari pemanfaatan ruangan yang secara umum dipakai pada bentangan besar. Dengan adanya balok-balok grid ( balok-balok silang ) serta pemakaian tebal pelat yang tipis mampu mengurangi adanya lendutan yang besar. Selain sebagai struktur, balok grid juga dapat digunakan sebagai plafon hiasan yang indah dan asrtistik.
Struktur beton bertulang pada perencanaan balok grid menggunakan tebal pelat 100 mm untuk pelat atap dan 120mm untuk tebal pelat lantai, panjang bentang balok grid 1.5 m x 2 m. Penulangan pelat menggunakan ?8 ? 100 (As=502.7 mm2). Dimensi balok grid direncanakan 250/400 mm untuk arah x dan 200/350 mm untuk arah y. Sedangkan balok induk utama direncakan 400/600 mm. Penulangan balok grid pada atap didapat 4 ?13 untuk arah x dan untuk arah y juga didapat 4 ?13. Perencanaan balok induk utama arah melintang dipakai tulangan 5D16 untuk daerah tumpuan dan daerah lapangan memakai 5D16. Sedangkan pada arah memanjang juga didapat tulangan 5D16 untuk tumpuan dan 5D16 juga untuk daerah lapangan dengan jarak sengkang D10-150.

 

Keyword : Balok Grid (Wafel Slab), Struktur Beton Bertulang, lendutan

 

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/324/jiptummpp-gdl-s1-2009-mohammadma-16172-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Balok Grid (Wafel Slab); Struktur Beton Bertulang; lendutan; UMM