PEMAKAIAN MODEL TREE NON LINIER UNTUK PENELUSURAN DEBIT BANJIR DI STASIUN KERTOSONO DAN STASIUN PLOSO PADA KALI BRANTAS

Laode Alamsyah

Abstract


Fenomena hidrologi merupakan proses alamiah yang sangat sulit diprediksi kejadiannya. Dalam kaitannya dengan keperluan rekayasa hidraulik, sejauh ini telah banyak dikembangkan berbagai model untuk menganalisa dan memprediksi terhadap terjadi kemungkinan fenomena hidrologi yang terjadi. Pada perencanaan bangunan sungai khususnya bangunan pengendali banjir bermanfaat pada perencanaan sistem peringatan banjir (flood warning system) yang didasari pada perhitungan hidrograf debit banjir. Dengan berkembangnya teknologi saat ini maka penerapan teknis memerlukan operasi komputer. Metode Aritificial Intellegentia (AI) yaitu metode berbasis kecerdasan yang dinamakan Model Tree (M5) memberikan alternatif solusi terhadap masalah peramalan hidrograf pada suatu sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana model tree dapat diterapkan untuk penelusuran debit banjir di Stasiun Kertosono (hulu) dan Stasiun Ploso(hilir) selama 2 tahun. Dari hasil analisa, untuk periode April 2006 didapat nilai RMSE=5,486m?/det, untuk periode Maret-April tahun 2007 didapat nilai RMSE=2,171m?/det dan untuk periode Desember tahun 2007 didapat nilai RMSE=3,661m?/det. Sehingga dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa model tree dapat diterapkan dalam menyelesaikan masalah penelusuran debit banjir.

 

Keyword : data, debit, penelusuran, model tree

 

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/324/jiptummpp-gdl-s1-2009-laodealams-16174-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


data; debit; penelusuran; model tree; UMM