PENGARUH VARIASI JUMLAH TUMBUKAN PADA LAPISAN ASPAL BUTON BERAGREGAT (LASBUTAG) CAMPURAN DINGIN (COLD MIX) DENGAN MODIFIER PERTAMAX TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

HADI SASTRA

Abstract


LASBUTAG (Lapisan Aspal Buton Beragregat) adalah campuran dari bahan asbuton, modifier dan tambahan agregat yang dapat digunakan sebagai bahan perkerasan jalan. Pada LASBUTAG campuran dingin diperlukan minyak ringan untuk mengencerkan asbuton dan asmin. Minyak ringan yang biasanya digunakan yaitu minyak tanah, namun membutuhkan waktu pemeraman yang cukup lama. Sehingga perlu adanya modifikasi pada minyak ringan agar waktu pemeraman yang dibutuhkan relatif lebih singkat. Pada penelitian ini digunakan Pertamax sebagai pengganti minyak tanah, pertamax diharapkan lebih cepat menguap sehingga waktu pemeraman lebih singkat dan pemadatan dapat segera dilakukan. Pemadatan merupakan salah satu tahapan yang sangat penting didalam perencanaan dan pelaksanaan perkerasan jalan. Sehingga pemadatan sebagai objek studi sangat diperlukan dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang aplikasi perencanaan perkerasan jalan.
Metode campuran LASBUTAG pada penelitian ini berdasarkan petunjuk pelaksanaan LASBUTAG menurut Direktorat Jendral Bina Marga tahun 1998. Adapun variasi jumlah tumbukan yang dilakukan yaitu 50, 75, 100, 125, 150, 175 dan 200 tumbukan persisi dengan waktu pemeraman campuran selama 24 jam.
Hasil studi ini menerangkan adanya perbedaan nilai-nilai karakteristik marshall yang nyata dari masing-masing variasi jumlah tumbukan yang dilakukan. Adapun jumlah tumbukan yang dibutuhkan agar diperoleh kualitas perkerasan LASBUTAG yang optimum adalah 137 tumbukan persisi.

 

Keyword : Aspal buton, Lasbutag, Pertamax, Jumlah Tumbukan

 

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/332/jiptummpp-gdl-s1-2009-hadisastra-16581-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Aspal buton; Lasbutag; Pertamax; Jumlah Tumbukan; UMM