STUDI PERENCANAAN ULANG BANGUNAN ATAS GEDUNG LABORATORIUM TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

. Hasrullah

Abstract


Beton digunakan sebagai bahan konstruksi karena mempunyai kelebihan dalam mendukung tegangan tekan, mudah dibentuk sesuai kebutuhan, perawatan yang murah, meskipun beton memiliki keunggulan tetapi sifat getas beton (brittle) praktis tidak mampu menahan tegangan tarik, nilai kuat tarik beton hanya bekisar 9% - 15% dari kuat tekannya untuk mengatasi hal tersebut maka dapat dilakukan dengan pemakaian tulangan baja yang berfunsi untuk menahan tegangan tarik.

Dari hasil perhitungan struktur pelat lantai dengan tebal plat 120 mm didapat penulangan terbesar pada daerah tumpuan 10-125 mm, dan daerah lapangan 10-125 mm dengan tulangan bagi 8-200 mm, sedangkan untuk pelat atap dengan tebal plat 100 mm didapat penulangan terbesar pada daerah tumpuan 10-175 mm dan daerah lapangan 10-175 mm, dengan tulangan bagi 8-250 mm. Struktur balok induk dengan dimensi 30/55 cm didapat tulangan tumpuan terbesar adalah 6?25 dan 4?25 dengan sengkang 8-60 mm, sedangkan tulangan lapangan terbesar yaitu 4?25 dengan sengkang 8-230 mm.Untuk balok anak dengan dimensi 15/30 cm didapat tulangan tumpuan 6?12 dengan sengkang 8-110 mm tulangan lapangan didapat 5?12 dengan sengkang 10-110 mm. Untuk struktur kolom tepi dimensi yang digunakan adalah 50x50 cm dan tulangan terbesar yang didapat dari hasil perhitungan adalah 16?22 dengan sengkang 10-350. Untuk struktur kolom tengah dengan dimensi yang digunakan adalah 50x50 cm dan tulangan terbesar yang didapat dari hasil perhitungan adalah 20?22 dengan sengkang 10-350 mm. Dari perencanaan ulang bangunan atas berdasarkan SNI ternyata struktur gedung masih dalam batas aman.

 

Keyword : SNI, Struktur Beton Bertulang

 

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/332/jiptummpp-gdl-s1-2009-hasrullah0-16585-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


SNI; Struktur Beton Bertulang; UMM