ANALISIS CURAH HUJAN UNTUK MEMBUAT KURVA INTENSITY-DURATION-FREQUENCY (IDF) PADA SUB DAS METRO

YUDA AL QADR LATIEF

Abstract


Kondisi hidrologi di Indonesia dan dimanapun adalah khas, sehingga tidak semua cara dan semua konsep dapat digunakan untuk memecahkan masalah hidrologi di Indonesia khususnya di DPS Brantas Hulu tepatnya pada Sub DAS Metro. Hujan adalah komponen masukan penting dalam proses hidrologi. Karakteristik hujan di antaranya adalah intensitas, durasi, kedalaman, dan frekuensi. Intensitas berhubungan dengan durasi dan frekuensi dapat diekspresikan dengan kurva Intensity-Duration-Frequency (IDF). Kurva IDF dapat digunakan untuk menghitung banjir rencana dengan mempergunakan metode rasional.
Dalam penelitian ini curah hujan harian dihitung dengan analisis frekuensi yang dimulai dengan menentukan curah hujan harian maksimum rerata, kemudian menghitung parameter statistik untuk memilih distribusi yang paling cocok. Waktu kejadian hujan dominan yaitu lama kejadian hujan dengan frekuensi terbesar. Intensitas dihitung dengan mempergunakan data amatan.
Berdasarkan analisis frekuensi ternyata besar hujan rancangan untuk kala ulang 2, 5, 10, 20, 50 dan 100 tahun berturut-turut adalah 49; 70; 86; 111; 132 dan 155 mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya waktu kejadian hujan dominan antara 4-8 jam. Kurva IDF Sub DAS Metro berdasarkan data amatan secara umum menunjukan pola dimana hujan selalu diawali dengan intensitas tinggi kemudian semakin lama semakin menurun. Selain itu semakin besar kala ulang cenderung mempunyai intensitas hujan yang semakin tinggi. Hasil dari penelitian ini masih bisa dikembangkan bahkan kalau mungkin dimodifikasi sesuai dengan kondisi khas Sub DAS Metro.

 

Keyword : durasi, frekuensi, hujan, intensitas

 

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/316/jiptummpp-gdl-s1-2009-yudaalqadr-15754-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


durasi; frekuensi; hujan; intensitas; UMM