EVALUASI KINERJA BATA LUMPUR LAPINDO DAN BATA KONVENSIONAL TERHADAP KUAT GESER PASANGAN BATA (Studi Penelitian)

REZKY ARIE PRANATA

Abstract


Pemanfaatan lumpur lapindo sebagai material bahan baku bata merah
telah banyak dilakukan antara lain : Wahyudi (2006), Rofikatul (2007), dan
Fariska (2008), Namun pengembangan bata merah berbahan lumpur lapindo
sebagai struktur dinding belum pernah diteliti Untuk itu penyusun melakukan
penelitian mengenai pemanfaatan lumpur lapindo pada pasangan bata untuk
mengetahui kuat geser pasangan bata campuran lumpur lapindo dan pasangan
bata konvensional terhadap variasi spesi mortar.
Penelitian ini bersifat eksperimen, Benda uji berukuran ? 50?50cm
sebanyak 8 buah pasangan bata berbahan lumpur dan 8 buah pasangan bata
tanpa lumpur. Dalam penelitian ini variabel bebas terdiri dari variasi spesi mortar
1,5cm ; 2cm ; 2,5cm ; 3cm dan variabel tergantungnya adalah kuat geser pasangan
bata.
Dari hasil penelitian menunjukkan kuat geser terbesar dihasilkan pada
pasangan bata terjadi pada spesi mortar 3cm sedangkan pada spesi mortar 1,5cm
didapat hasil kuat geser terendah. Hasil kuat geser terbesar pada pasangan bata
lapindo = 7,75 kg/cm 2 dan pada pasangan bata konvensional sebesar = 7,22
kg/cm 2 . Hasil kuat geser berbanding lurus terhadap penggunaan variasi tebal spesi
mortar 1,5 ? 3cm karena daya ikat yang bekerja pada mortar dan bata semakin
kuat. Kedua pasangan bata ini termasuk kategori dinding struktural karena
modulus geser yang dihasilkan melebihi syarat faktor geser (>0,50) dan dapat
digunakan untuk bangunan.

 

Keyword : lumpur lapindo, kuat geser, pasangan bata, spesi mortar

 

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/317/jiptummpp-gdl-s1-2009-rezkyariep-15841-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


lumpur lapindo; kuat geser; pasangan bata; spesi mortar; UMM