Department of Civic Law, 2006

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

PERSEPSI MASYARAKAT MALUKU TERHADAP GERAKAN RMS (REPUBLIK MALUKU SELATAN)

HARTATI IHA

Abstract


Saat ini bangsa Indonesia sedang serius memperjuangkan hak asasi dan
nilai kemanusiaan yang selama lebih dari setengah abad hanya menjadi bahan
pembicaraan. Lemahnya komitmen nasionalisme Indonesia dan menurunnya
semangat bela negara (Patriotisme) sebagai akibat dari keberhasilan kampanye
solidaritas pimordialis etnis yang sempit telah memberi peluang dan ruang gerak
bagi kelompok separatis untuk mengajak putera bangsa Indonesia berjuang
menentang ibu pertiwi. Jika di era penguasa kompeni Jan Peterzon Coen, rakyat
Maluku di Banda terpaksa harus merelakan negerinya direbut Belanda agar tidak
terjadi pemusnahan generasi bangsa berkelanjutan dalam The Banda Moord, dan
Arnold de Flaming van Oods Honz dengan meminjam tangan Sasabone dan
Toupessy untuk meluluhlantakan kedaton Amaiha. Maka di era reformasi ini
justru penguasa negeri ini membiarkan darah anak negeri bersimbah dipelataran
bumi nusantara tanpa upaya pencegahan yang berarti, sehingga solidaritas
nasional dan kerukunan bangsa nyaris lenyap dari bingkai Indonesia. Betapa
tidak perang Hitu melawan Portugis yang dimulai 5 abad silam (1520) berawal
dari Hatiwe. Apakah memang hal ini hanyalah sebuah kebetulan ataukah suatu
rencana untuk menulangi sejarah penumpahan darah anak manusia yang hidup
dalam bingkai kebangsaan Indonesia yang adil dan beradab, sulit bagi kita untuk
memberikan jawaban yang pasti. Namun bagi putera Indonesia yang mendiami
pelataran nusantara ini wajib melakukan perenungan sejarah, menapaki jejak-jejak
historia untuk membuat sebuah simpul agar dapat meredam amarah batin lalu
secara sadar mencari pangkal penyebab dari suatu peristiwa. Memang di tengahtengah
kemajuan dunia ini melakukan perenungan merupakan sebuah langkah
eksklusif yang dapat membahayakan modernisasi itu sendiri, tetapi tidak berarti
seseorang yang telah berkiprah dalam kemajuan zaman harus melepaskan hati
nuraninya untuk berjalan tanpa zikir.

 

Keyword : PERSEPSI MASYARAKAT MALUKU, GERAKAN RMS



Abstract: PDF , PS , DOC