STUDI KEANEKARAGAMAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN WADUK SUTAMI KARANGKATES PERIODE MUSIM KEMARAU

EMI M. KHOIRIYAH

Abstract


Waduk Sutami Karangkates merupakan salah satu lingkungan perairan yang sangat potensial untuk diteliti keanekaragamannya karena memiliki perairan yang subur sehingga diversitas plankton yang dimiliki relatif besar. Dewasa ini upaya penyajian informasi perairan terbaru mutlak diperlukan untuk menyajikan data yang lebih rinci dan akurat, tetapi sejauh ini belum banyak informasi yang menyajikan data fitoplankton terbaru khususnya di Waduk Sutami Karangkates baik mengenai keanekaragaman, kelimpahan dan distribusi serta beberapa faktor fisika kimia yang berpengaruh. Informasi ini penting sebagai sumbangan data inventarisasi fitoplankton dan pengembangan sumber daya perairan dikemudian hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan dan distribusi horizontal fitoplankton pada berbagai tempat dan waktu yang berbeda serta mengetahui hubungan kualitas air dengan keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Populasi dalam penlitian ini adalah seluruh fitoplankton yang ada di Waduk Sutami Karangkates dengan luas 15 km2, sedangkan sampel yang digunakan adalah fitoplankton yang ada di tiga stasiun (inlet, tengah waduk, dan outlet) dengan kedalaman 30 cm, dan masing-masing stasiun diambil 30 liter.
Hasil penelitian fitoplankton di Waduk Sutami ditemukan 5 divisio. Divisio Chlorophyta terdiri dari 9 spesies yaitu: Pandorina charkoweinsis Bory, Chlorella vulgaris Beijerinck, Volvox globactor Linnaeus, Chlamydomonas globosa Ehrenberg, Tetraedron regulare Kutzing, Pediastrum simplex Meyen, Pediastrum tetras (Ehrenberg) Ralfs, Pediastrum boryanum (Turpin) Meneghini, Scenedesmus javanensis Meyen. Divisio Chrysophyta terdiri dari 9 spesies yaitu: Melosira varians Agardh, Synedra ulna (Nitzsch) Her, Botrydiopsis sp., Navicula sp., Anomoeneis sphaerophora (Kutz) Pfitz, Fragillaria crotonensis Dollar Bay, Gyrosigma sp., Diatoma sp., Staurastrum pingue Meyen. Divisio Pyrrophyta terdiri dari 1 spesies yaitu: Ceratium hirundinella (O.F.M) Schrank. Divisio Cyanophyta terdiri dari 2 spesies yaitu: Microcystis sp., Oscillatoria sp. Divisio Euglenophyta terdiri dari 1 spesies yaitu: Euglena sp. Rata-rata keanekaragaman fitoplankton tertinggi terdapat pada stasiun III (outlet air) siang hari yaitu 1,368 dan terendah pada stasiun I pagi hari 1,020, rata-rata kelimpahan fitoplankton paling tinggi terdapat pada stasiun II (tengah waduk) pagi hari yaitu 1598,20 (103) dan kelimpahan paling rendah pada stasiun I sore hari yaitu 693,67, rata-rata distribusi paling merata adalah Ceratium hirundinella (O.F.M) Schrank. Hasil uji kualitas air menunjukkan bahwa peningkatan kualitas air berkorelasi positif dengan nilai indeks keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton. Sebaliknya penurunan kualitas air akan menurunkan nilai indeks keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton

download


Keywords


Fitoplankton