PENGARUH DEKOK DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus) SEBAGAI ANTI HIPERGLIKEMIA PADA TIKUS (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI DENGAN ALLOXAN

NIKE ANGGARANI

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dekok daun tapak dara (Catharanthus roseus) terhadap kadar glukosa tikus (Rattus norvegicus) dan untuk mengetahui dosis dekok daun tapak dara (Catharanthus roseus) yang efektf menurunkan kadar glukosa darah pada tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan alloxan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental sungguhan (True Eksperimen Research) yaitu untuk menyelidiki kemungkinan saling berhubungan sebab-akibat dengan cara menggunakan satu atau lebih kondisi perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL). Sampel yang digunakan adalah tikus (Rattus norvegicus) jantan sebanyak 25 ekor yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan dan 5 kali ulangan. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Dosis dekok yang digunakan adalah 15%, 20% dan 25%, sedangkan alloxan yang diberikan disesuaikan dengan berat badan masing-masing tikus. Adapun kelompok perlakuannya adalah kelompok A (normal/tanpa perlakuan), kelompok B (alloxan), kelompok C ( alloxan + dekok 15%), kelompok D(alloxan + dekok 20%), kelompok D (alloxan + 25%). Analisis data yang digunakan adalah Analisis Varians satu faktor yang dilanjutkan dengan uji BNT 1%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pada pemberian dekok daun tapak dara (Catharanthus roseus) terhadap kadar glukosa darah pada tikus (Rattus norvegicus) yaitu terjadi penurunan kadar glukosa darah dan dosis yang efektif dari dekok daun tapak dara untuk menurunkan kadar glukosa darah pada kondisi hiperglikemia adalah dosis 20% ini terbukti dengan analisis statistik yang menunjukkan antara perlakuan A (normal/tanpa perlakuan)sebesar 98,6 mg/dl dengan perlakuan D (alloxan + dekok 20%) sebesar 113,7 mg/dl tidak berbeda nyata.

download


Keywords


Vindolin; Hiperglikemia; Alloxan