UJI EFEKTIFITAS SARI BENGKUANG (Pachyrhizus erosus) DALAM MENURUNKAN HIPERGLIKEMIA PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI DENGAN ALLOXAN

Hernanik Kusumaningsih

Abstract


Diabetes mellitus merupakan suatu sindroma khas yang ditandai dengan hiperglikemia kronik serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan insulin baik relatif maupun absolut serta gangguan kerja insulin. Penderita diabetes mellitus mayoritas mengatasi penyakitnya dengan mengkonsumsi obat-obatan hipoglikemik baik yang berupa suntikan maupun tablet yang dapat diminum. Pemakaian obat-obatan tersebut selain dapat menurunkan kadar glukosa darah juga memiliki banyak efek samping, disamping itu harga obat juga relatif mahal. Cara pengobatan alternatif yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan terapi herbal, yaitu dengan memanfaatkan tanaman-tanaman yang berkhasiat obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas sari bengkuang (Pachyrhizus erosus) dalam menurunkan hiperglikemia. Jenis penelitian termasuk dalam true-xperiment Parameter yang digunakan adalah kadar glukosa darah. Populasi dalam penelitian ini adalah mencit betina. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 24 ekor, terbagi atas 4 perlakuan yang masing masing terdiri atas 6 ulangan. Rancangan percobaan menggunakan RAL. Analisa glukosa darah menggunakan metode Nelson-Somoghy.
Hasil penelitian menunjukkan, sari bengkuang mampu menurunkan kadar glukosa darah. Perlakuan terbaik yang mampu menurunkan kadar glukosa darah hingga sama dengan kadar glukosa darah normal adalah sari bengkuang dengan dosis 0,4 ml/hari. Setelah dibandingkan dengan niacin sintetis diketahui, kerja sari bengkuang (Pachyrhizus erosus) dalam menurunkan kadar glukosa darah tidak berbeda nyata dengan niacin sintetis, yang secara teoritis diketahui mampu menurunkan kadar glukosa darah.

download


Keywords


Diabetes mellitus; glukosa darah; niacin sintetis; sari bengkuang