Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Berat Telur, Tebal Kerabang Dan Warna Kerabang Ayam Petelur Periode Layer

Gayuh Herdhi Wijayanto

Abstract


Penelitian ini dilaksanakan di Eksperimental Farm Fakultas Peternakan-Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang Desa Tegal Gondo Kecamatan Karang Ploso Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat 572 mdpl dan di Peternakan Amaliah Farm Desa Godong Kecamatan Gudo Kabupaten jombang dengan ketinggian tempat 44 mdpl, mulai Tanggal 7 Juli sampai 27 Juli 2003.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap produktivitas ayam petelur berupa berat telur, tebal kerabang dan warna kerabang.
Materi yang digunakan ayam periode layer umur 33 minggu sebanyak 60 ekor di kedua tempat, masing-masing tempat 30 ekor. Variabel yang diamati adalah berat telur, tebal kerabang dan warna kerabang. Metode yang digunakan adalah pengamatan dengan analisis statistik uji t tidak berpasangan. Tahap pelaksanaan dengan memberikan managemen pemeliharaan yang sama yaitu memberi pakan secara teratur, mengukur suhu dan kelembaban untuk kedua tempat dan pengamatan dan pengukuran berat telur, tebal kerabang serta warna kerabang. Data yang diperoleh selama penelitian diolah dan dibandingkan dengan analisis uji t, dengan menggunakan alfa dari t 0,05, dimana t0,05= 2,002 jadi -2,002< t <2,002.
Hasil penelitiam menunjukkan rata-rata berat telur di Malang : 64,17 gram, tebal kerabang 0,4005 mm, dan skorsing warna kerabang 7,473. Untuk rata-rata berat telur daerah Jombang : 65,82 gram, tebal kerabang 0, 3853 mm dan skorsing warna kerabang 5,993.
Kesimpulan yang diperole dari hasil penelitian adalah ketinggian tempat menyebabkan perbedaan berat telur. Ketinggian tempat berpengaruh nyata terhadap tebal kerabang telurdan ketinggian tempat juga berpengaruh nyata terhadap warna kerabang telur.Ayam petelur Strain Loghman dapat dipelihara baik didaerah dataran tinggi maupun dataran rendah dengan ransum yang sama.

 

Download


Keywords


Berat Telur, Ayam Petelur