DERAJAT INFEKSI PARASIT CACING DAN PRODUKSI TELUR PADA AYAM PETELUR FASE LAYER SETELAH DILAKUKAN PROGRAM PENGOBATAN DI DAERAH MALANG

CATUR PONCO WIBISONO

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui derajat infeksi parasit cacing dan produksi telur pada ayam petelur fase layer setelah dilakukan program pengobatan di daerah Malang. Kegunaan penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam program pengendalian penyakit kecacingan pada ayam petelur dan mengetahui pengaruhnya terhadap produksi telur.
Penelitian ini dilaksanakan di lima usaha peternakan yang ada di Desa Kambingan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Penelitian dimulai tanggal 15 Mei 2003 sampai 24 Juni 2003.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 ekor ayam petelur fase layer yang akan diambil tinjanya (feses) dari masing-masing peternakan yang masih produksi dan mempunyai catatan recording yang lengkap. Penghitungan telur cacing menggunakan metode McMaster. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dan dilanjutkan dengan menggunakan uji T-student. Pelaksanaan penelitian terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, pengambilan data, pemeriksaan feses dan tahap menganalisa data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa data rataan jumlah telur cacing tiap gram tinja (TTGT) pada setiap peternakan adalah pada A1 = 124,4 butir, A2 = 64,4 butir, A3 = 77,8 butir, A4 = 171,1 butir dan A5 = 333,33 butir. Hasil tersebut menunjukkan bahwa derajat infeksi cacing pada peternakan ayam petelur didaerah Malang tergolong rendah. Hal tersebut berhubungan dengan telah dilaksanakan program pengobatan terhadap penyakit cacing di masing-masing peternakan dengan baik. Jadwal pengobatan umumnya dilakukan setiap dua bulan sekali dan jenis obat yang biasa dipakai yaitu Piperazin, Niclosamid, dan Lifamisol. Rataan produksi telur (dalam butir) pada setiap peternakan adalah pada peternakan I untuk ayam umur 26 minggu sebanyak 4060 butir, peternakan II untuk ayam umur 60 minggu sebanyak 801 butir, peternakan III untuk ayam umur 32 minggu sebanyak 584 butir, peternakan IV untuk ayam umur 22 minggu sebanyak 1682 butir, peternakan V untuk ayam umur 63 minggu sebanyak 581 butir.
Hasil uji T yang diterima (t hitung < t tabel) menunjukkan bahwa derajat infeksi cacing di masing-masing peternakan yang ada di daerah Malang tergolong infeksi ringan. Untuk hasil uji T yang ditolak (t hitung > t tabel) menunjukkan bahwa pada peternakan 1 dan 5, 2 dan 5, 3 dan 5, dan peternakan 4 dan 5, terdapat perbedaan derajat infeksi cacing, yaitu pada peternakan 5 derajat infeksi cacingnya lebih tinggi dari peternakan 1, 2, 3, dan 4. Nilai t hitung antara -2,002 dan 2,002 (P < 0,05).
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah derajat infeksi cacing saluran pencernaan pada beberapa peternakan ayam petelur di Kabupaten Malang tergolong rendah, manajemen pengobatan yang baik dan teratur terhadap infeksi cacing berhasil menekan infeksi cacing di peternakan ayam petelur yang ada di kabupaten Malang, dan produksi telur tetap mencapai produksi standart sesuai dengan grafik standart produksi apabila infeksi parasit cacing dalam kategori infeksi ringan.

 

Download


Keywords


parasit cacing,produksi telur,fase layer