Pengaruh Penggunaan Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorixa Roxb) Dalam Ransum Terhadap Kandungan Asam Lemak Tidak Jenuh (Unsaturated Fatty Acid) Dan Kolesterol Telur Pada Ayam Petelur Strain Lohmann

Retno Safitri

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui level terbaik yang dicobakan untuk meningkatkan kandungan asam lemak tidak jenuh (Unsaturated fatty Acid) dan menurunkan kadar kolesterol telur pada ayam petelur sedangkan kegunaan dari penelitian ini adalah apabila ekstrak temulawak yang diberikan pada unggas petelur berpengaruh positif maka aras yang diperlakukan pada ayam petelur dapat dijadikan feed additive dalam ransum di masyarakat peternak.
Materi yang digunakan adalah 120 ekor ayam petelur periode layer strain Lohmann yang ditempatkan pada kandang bateray. Metode percobaan menggunakan RAL dengan jumlah perlakuan 4, ulangan 6 dan masing-masing ulangan terdiri atas 5 ekor ayam Perlakuan terdiri atas P0, P1, P2 dan P3 dengan aras berturut-turut sebesar 0 persen, 0.07 persen, 0.14 persen dan 0.21 persen. Apabila terjadi perbedaan yang nyata diantara perlakuan maka dilakukan uji BNT, sedangkan untuk mengetahui respon antar perlakuan dilakukan uji Polinomial orthogonal.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak temulawak temulawak (Curcuma xanhorriza roxb) berpengaruh sangat nyata terhadap kandungan asam lemak tidak jenuh (Unsaturated Fatty Acid) dan tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol telur.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penggunaan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza roxb) sampai aras 0.21 persen dalam ransum mampu meningkatkan kandungan asam lemak tidak jenuh (Unsaturated fatty Acid) dan belum dapat menurunkan kandungan kolesterol telur ayam petelur.

 

Download


Keywords


Ekstrak Temulawak,Asam Lemak Tak Jenuh