PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorixa roxb) DALAM RANSUM TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN LEMAK TELUR AYAM PETELUR STRAIN LOHMMAN

Dia Ratnawati

Abstract


Perkembangan masyarakat terhadap arti pentingnya gizi bagi kesehatan, maka sekarang ini masyarakat (khususnya masyarakat dalam usia rentan terhadap penyakit jantung dan arterisklerosis) cenderung memilih produk asal ternak yang mengandung protein tinggi dan kadar lemak yang rendah. Karena protein sangat dibutuhkan oleh tubuh antara lain sebagai pembentukan sel-sel jaringan tubuh, pembentukan system enzym serta pengganti sel-sel yang rusak. Sedangkan lemak dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang terbatas, kelebihan lemak dalam tubuh akan meningkatkan kandungan kolesterol dalam darah dikhawatirkan akan membawa dampak negatif bagi kesehatan tubuh yang mengakibatkan terjadinya arterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Mengingat fungsinya yang sangat penting, lemak harus tetap dikonsumsi oleh tubuh setiap hari. Orang yang sedang melakukan diet sekalipun tetap harus mengonsumsi lemak, hanya saja jumlahnya dibatasi. Kebutuhan tubuh terhadap lemak minimal adalah 30 persen dari kebutuhan kalori harian atau sekitar 50 sampai 70 gram per hari (Asian Food Information Center) tahun 2002 . Selain jumlahnya, perlu juga diperhatikan jenis lemak yang dikonsumsi agar kesehatan tetap terjaga. Secara kimiawi, lemak adalah ester dari asam lemak dan alkohol. Alkohol dalam lemak umumnya berupa senyawa gliserol. Tubuh manusia sebenarnya dapat mensintesis asam lemak sendiri, namun ada beberapa jenis asam lemak yang tidak dapat disintesis. Asam-lemak yang tidak dapat disintesis dalam tubuh ini harus diperoleh dari makanan (essensial) karena manfaatnya bagi tubuh sangat besar. Asam lemak essensial: asam oleat (omega 9), asam linoleat (omega 6), asam linolenat (omega 3).

Keywords


Temulawak,Ayam Petelur,Lemak Telur