Pengaruh Penggunaan Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb) Dalam Pakan Terhadap Berat Telur, Tebal Dan Warna Kerabang Telur Ayam Petelur Strain Lohmann

Nur Khozin Aziz

Abstract


Materi yang digunakan adalah 120 ekor ayam petelur strain Loghman ditempatkan pada 24 plot dan pada masing-masing plot 5 ekor. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang dicobakan penambahan ekstrak temulawak dalam beberapa prosentase ke dalam pakan yaitu P0; (0 persen), P1; (0.07 persen), P2; (0.14 persen) dan P3; (0.21 persen). Data dianalisis dengan Analissis Variansi (Anava), jika ada perbedaan yang nyata diantara perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Polinomial Ortogonal.(PO).Hasil yang diperoleh dari penelitian, menunjukkan dengan pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza roxb) sampai aras 0.21 persen tidak berpengaruh nyata (P>0.01) terhadap berat telur. Sedangkan penggunaan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza roxb) sampai aras 0.21 persen terhadap tebal kerabang telur berpengaruh sangat nyata (P<0.01) dan berpengaruh secara linear. Penggunaan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza roxb) sampai aras 0.21 persen terhadap warna kerabang telur berpengaruh sangat nyata (P<0.01) dan berpengaruh secara kuadratik.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penambahan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza roxb) dalam ransum tidak berpngaruh nyata (P>0.05) terhadap berat telur dan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap tebal dan warna kerabang telur ayam petelur strain Lohmann. Hasil penggunaan yang terbaik pada tebal kerabang yaitu P3 dengan aras 0.21 persen dan pada warna kerabang yaitu P1 dengan aras 0.07 persen.

 

Download


Keywords


Temulawak dalam Pakan,Ayam Petelur Strain