Pengaruh Penggunaan Bekatul Fermentasi Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Bahan Kering Dan Protein Termetabolisme Pada Ayam Lurik Jantan

. Rakhmat

Abstract


Peningkatan kualitas bekatul dapat dilakukan melalui upaya pengolahan. Salah satu cara pengolahan bekatul adalah melalui proses fermentasi dengan menggunakan jamur (Rotib, 1994). Salah satu jenis jamur yang dapat dimanfaatkan dalam proses fermentasi enzim seperti protease, lipase, amilase dan enzim pitase (Timotius dan Piter, 1990). Enzim-enzim yang dihasilkan tersebut maka selama proses fermentasi akan terjadi proses anabolisme dan katabolisme senyawa organik yang terkandung dalam bekatul. Proses anabolisme terjadi pembentukan beberapa vitamin yang larut air dan penigkatan kandungan protein dalam bahan (Shurtleff dan Ayogi, 1979; Steinkraus, 1993 dan Rotib, 1994). Sedangkan pada proses katabolisme terjadi penguraian molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil sehingga dapat meningkatkan kecernaan bekatul. Beberapa vitamin dan protein yang dihasilkan selama fermentasi bekatul sangat dibutuhkan untuk produktivitas unggas (Wahyu, 1995). Melalui proses fermentasi asam fitat akan terhidrolisis oleh enzim pitase yang dihasilkan oleh jamur sehingga beberapa mineral dapat dimanfaatkan oleh unggas. Namun ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap proses fermentasi diantaranya: media fermentasi, pH, suhu dan lama fermentasi.
Ransum ayam dorab/lurik dengan menggunakan bekatul yang sudah difermentasi diduga akan meningkatkan tampilan produktivitas ayam tersebut. Tampilan produksi unggas baik produksi daging, produksi telur atau kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh kandungan nutrisi pakan, kecernaan dan kuantitas pakan yang diberikan. Pakan dengan kandungan energi dan kadar protein yang tinggi akan menghasilkan berat telur, kuning telur dan putih telur lebih tinggi. Demikian pula komposisi asam amino dalam pakan berpengaruh terhadap kosumsi pakan, jumlah telur, berat telur, berat badan dan konfersi badan (Freeman, 1983; Anggorodi, 1985 dan Riis, 1993). Beberapa bahan biologi aktif hasil fermentasi yang dapat menurunkan kadar kolesterol plasma adalah protein, asam lemak tidak jenuh tunggal dan ganda, niasin, antioksidan dan kalsium.

Keywords


Bekatul, Fermentasi