Pengaruh Penggunaan Bekatul Fermentasi Dengan Em4 (Efektif Mikroorganisme) Dalam Ransum Terhadap Efisiensi Pakan Dan Income Over Feed Cost (Iofc) Pada Ayam Potong (Broiler)

Samsul Arifin

Abstract


Berdasarkan adanya keterbatasan dari bekatul, maka perlu dilakukan rekayasa untuk meningkatkan kualitas dari bekatul, sehingga bekatul dapat digunakan dalam jumlah yang maksimal dengan demikian biaya pakan dapat dikurangi. Hal ini perlu dilakukan karena menginggat bahwa bahan pakan makin lama makin meningkat harganya. Salah satu cara untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan kecernaan bekatul adalah dengan dengan memberikan perlakuan pada bekatul sebelum diberikan pada unggas. Salah satu perlakuan tersebut adalah melalui proses fermentasi dengan menggunakan gabungan beberapa bakteri yang terkandung dalam EM4 ( efektif Mikroorganisme) yang kemudian digunakan sebagai campuran dalam pakan unggas. EM4 merupakan gabungan atau campuran dari berbagai bakteri yang bermanfaat yang terdiri dari bakteri Lactobassillus, Ragi/Khamir, Fotosintetik, Actinomycetes serta Streptomyces .(Teuro Higa 1997)
Struktur penyusun EM4 merupakan mikroba yang menguntungkan, dapat bertahan dalam kondisi asam dengan pH dibawah 3,5. Mikroba-mikroba ini mampu memberikan fungsi yang beraneka ragam yang dapat mempengarui budidaya peternakan, produksi panen dan perlindungan terhadap lingkungan. Hasil penelitian yang dilakukan di Beijing Agricultural University, wilayah Quzhuo menyatakan bahwa efek perlakuan dengan menggunakan EM4 pada ayam bloiler yang diberikan pada air minum dari umur 8 hingga 56 hari memberikan dampak yang positif yaitu mampu meningkatkan berat badan, mengurangi rasio resiko residu obat-obatan dan antibiotik dalam daging yang dikonsumsi dan meningkatkan pendapatan. EM4 tidak hanya meningkatkan pertumbuhan hewan dan tanaman namun mampu menahan gangguan penyakit, dapat menghilangkan bau kotoran hewan dan memberi keuntungan pada sistem ekologi lingkungan.

 

Download


Keywords


Fermentasi, Nutrisi, Ayam potong