PENGUJIAN KHAMIR DENGAN MONOSAKARIDA UNTUK PENGENDALIAN PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BUAH TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) DI LAPANG

WAHYU TRIARIASA

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan khamir Debaryomyces sp. dan Schizosaccharomyces sp. sebagai agensia pengendalian hayati terhadap Colletorichum gloeosporioides penyebab penyakit antraknosa pada buah cabai.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi dan di Lahan Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang yang dimulai sejak bulan Mei 2004- Nopember 2004. Pengujian kemampuan khamir Debaryomyces sp. dan Schizosaccharomyces sp. di lapang dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok Sederhana dengan 3 kali ulangan terdiri dari 2 sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Anova) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan?s 5%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa masa inkubasi penyakit antraknosa pada cabai merah tertunda selama 5-7 hari, rata-rata muncul pada 10-12 hari setelah inokulasi. Dari hasil analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh perlakuan pemberian khamir Debaryomyces sp. dan Shcizosaccaromices sp. terhadap parameter pengamatan intensitas serangan penyakit pada umur 14 hari setelah inokulasi. Rata-rata penurunan penyakit akibat perlakuan tersebut antara 72,542%-77,794%. Populasi khamir menunjukkan adanya pengaruh sangat nyata pada umur 14 hari setelah inokulasi dan itu juga terjadi pada parameter-parameter lainnya yaitu produktivitas buah cabai, serta evektifitas pengendalian terhadap penyakit. 
Berdasarkan hasil analisis ragam ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter setelah dilakukan pemberian khamir Debaryomyces sp. dan Schizosaccharomyces sp. terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides. 

Keywords


Colletotrichum gloeosporioides; Debaryomyces sp.; Shcizosaccaromyces sp