PENGARUH MACAM SERBUK GERGAJI DAN PENAMBAHAN SUSU SAPI AFKIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM MERAH ( Pleurotus flabellatus )

HERI YULIANTO

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan pengaruh macam serbuk gergaji dan penambahan susu sapi afkir terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram merah ( Pleurotus flabellatus ).
Hipotesis dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan pengaruh interaksi yang nyata antara perlakuan macam serbuk gergaji kayu dengan penambahan susu sapi afkir terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram merah ( Pleurotus flabellatus ), terdapat perbedaan pengaruh yang nyata dari perlakuan macam serbuk gergaji kayu terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram merah ( Pleurotus flabellatus ) dan terdapat perbedaan pengaruh dari media yang ditambah susu sapi afkir dengan yang tidak ditambah susu sapi afkir terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram merah ( Pleurotus flabellatus ).
Penelitian dilakukan di kumbung jamur Universitas Muhammadiyah Malang yang terletak di Desa Tegalgondo, Kecamatan Lowokwaru Kabupaten Malang.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan percobaan faktorial, yang di susun Rancang Acak Kelompok ( RAK ) dengan 2 faktor dan di ulang 3 kali. Faktor I adalah jenis serbuk kayu ( K ) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : K1 = Serbuk gergaji kayu Sengon ( kontrol ), K2 = serbuk gergaji kayu Kamper, K3 = serbuk gergaji kayu Bengkirai dan K4 = serbuk gergaji kayu Pulai. Faktor II adalah Penambahan susu sapi afkir ( S ) yang terdiri dari 2 taraf yaitu : S1 = tanpa penambahan susu afkir ( kontrol ) S2 = penambahan susu sapi afkir 10 ml per polybag. Peubah tumbuh yang diamati adalah Persentase pertumbuhan miselium, saat muncul badan buah, umur panen, jumlah badan buah, diameter badan buah dan efisiensi biologi. Analisis data dengan menggunakan analisis ragam ( Uji F ) dan analisis Uji Duncan.
Hasil analisis ragam menunjukan terjadi interaksi pada parameter pengamatan saat muncul badan buah dan diameter badan buah. Kombinasi yang paling baik pada peubah pengamatan saat muncul badan buah yaitu perlakuan serbuk gergaji Sengon dengan penambahan susu sapi afkir 10 ml, sedangkan pada parameter pengamatan diameter badan buah kombinasi yang paling baik yaitu perlakuan serbuk gergaji Pulai dengan penambahan susu sapi afkir 10 ml. Secara umun perlakuan serbuk gergaji Sengon dan serbuk gergaji Pulai menunjukan perlakuan serbuk gergaji yang paling baik pada parameter pertumbuhan maupun hasil dibandingkan dengan perlakuan serbuk gergaji lainnya. Penambahan susu sapi afkir tidak berpengaruh nyata hampir pada semua parameter pengamatan kecuali pada parameter pengamatan saat muncul buah, umur panen serta berat segar jamur, parameter itu lebih baik jika medianya diberi susu sapi afkir 10 ml.

Keywords


PENGARUH SERBUK GERGAJI; JAMUR TIRAM MERAH