PENGENDALIAN PENYAKIT CROWN GALL DENGAN MENGGUNAKAN AGENSIA HAYATI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MAWAR MERAH POTONG

Juwarni ,

Abstract


Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh penggunaan agensia hayati dan interval penyemprotannya dalam mengendalikan penyakit Crown Gall serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mawar merah potong.
Hipotesis dari penelitian ini adalah diduga terdapat perbedaan pengaruh interaksi antara beberapa isolat agensia hayati dan interval penyemprotannya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mawar merah potong, diduga terdapat perbedaan pengaruh beberapa isolat agensia hayati dalam pengendalian penyakit Crown Gall terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mawar merah potong, diduga terdapat perbedaan pengaruh interval penyemprotan agensia hayati dalam ppengendalian penyakit Crown Gall.
Penelitian ini dilakukan di Desa Gunungsari Batu dan Laboratorium Pertanian UMM pada bulan September sampai November 2004. Perobaan dilakukaan secara faktorial orthogonal kontras dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor I (Jenis Agensia Hayati) yang terdiri atas isolat T. harzianum (I1), T. koningii (I2), T. viridie (I3), Pennicilium (I4)dan faktor dua interval penyemprotan agensia hayati (K) terdiri atas penyemprotan 3 hari sekali (K1), penyemprotan 6 hari sekali (K2), dan penyemprotan 9 hari sekali (K3). Percobaan ini diulang tiga kali.
Pengamatan yang dilakukan antara lain ukuran diameter Crown Gall kecil dan besar mulai sebelum perlakuan sampai 28 hari perlakuan, panjang batang utama sebelum dan sesudah perlakuan, jumlah daun sebelum dan sesudah perlakuan, panjang tangkai bunga mawar kualitas super panen I dan II, jumlah bunga kualitas super panen I dan II.
Hasil pengamatan pada ukuran diameter Crown Gall menunjukkan kecenderungan penurunan pada tanaman yang diperlakukan dibandingkan dengan tanaman kontrol. Pada panjang batang utama tanaman menunjukkan pengaruh yang tidak nyata begitu juga pada jumlah daun, panjang tangkai maupun jumlah bunga mawar.
Berdasarkan uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis agensia hayati dan interval penyemprotannya mampu menghambat perkembangan penyakit Crown Gall meskipun pada pertumbuhan dan hasil mawar merah potong menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata

Keywords


PENYAKIT CROWN GALL; PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MAWAR MERAH POTONG