PENGARUH EMPAT MACAM ISOLAT RHIZOBAKTERI TAHAN KEKERINGAN DAN KEMASAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI VARIETAS BURANGRANG ( Glycine max (L.) Merrill )

DODDY FERDIAN ANDRI A.

Abstract


Kedelai ( Glycine max ( L.) Merill ) merupakan salah satu sumber karbohidrat dan protein yang serba guna diantara tanaman kacang-kacangan lainnya di Indonesia. Dengan pengolahan secara modern, kedelai dapat dibuat berbagai macam konsumsi makanan untuk manusia. Kedelai sangat baik sebagai bahan makanan di Negara-negara yanga sumber proteinnya kurang.
Usaha peningkatan produksi kedelai melalui program intensifiksi, harus dengan memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. Berdasarkan penelitian ( Ikhwan dan Muhidin, 2000 ) telah dikaji isolate rhizobakteri yang berpotensi sebagai pupuk hayati. Ini dilihat dari kemampuannya yang dapat menghasilkan hormon IAA dan giberelin, osmoprotektan yang mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan dan mampu memfiksasi N2 dari udara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji atau mempelajari potensi atau peranan rhizobakteri IMRG terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ialah diduga terdapat sekurang-kurangnya satu jenis isolat tunggal atau kombinasi isolat rhizobakteri yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) yang disusun secara sederhana, dengan perlakuan sebagai berikut : R0 ( tanpa diinokulasi ), R1 ( IMRG 4), R2 (IMRG 19), R3 (IMRG 32), R4 (IMRG 45), R5 (IMRG 4,19), R6 (IMRG 4,19,32), R7 (IMRG 19,32,45), R8 (IMRG 4,19,32,45).
Parameter pengamatan meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah, dan kering brangkasan, berat basah dan kering akar, jumlah polong/tanaman, berat 100 biji dan berat kering biji.
Dari hasil analisis ragam menunjukkan bahwa, perlakuan rhizobakteri pada awal pemberian tidak terdapat interaksi yang nyata terhadap jumlah daun ( 21 hst dan 28 hst ) dan luas daun ( 21 hst ). Dari hasil penelitian didapat interaksi yang nyata antara perlakuan rhizobakteri terhadap tinggi tanaman, jumlah daun ( setelah 28 hst), luas daun ( setelah 21 hst ), berat basah dan kering brangkasan, berat basah dan kering akar, jumlah polong, berat 100 biji dan berat kering biji. Pemberian isolate rhizobakteri kombinasi yaitu R7 (IMRG 19,32,45) dan R8 (IMRG 4,19,32,45) mampu meningkatkan jumlah polong, berat 100 biji dan berat kering biji.

Keywords


isolate rhizobakteri; kedelai varietas burangrang ( glycine max (l.) merrill )