PEMBUATAN BELUNTAS CELUP (Kajian Pelayuan dan Penambahan Proporsi Melati)

HASAN '

Abstract


Dewasa ini, masyarakat selalu mengeluh dengan bau badan. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat selalu menggunakan parfum ataupun bedak yang relatif mahal dan mungkin juga mempunyai efek samping, seperti alergi pada kulit. Dalam hal ini, masyarakat yang menghindari efek samping ataupun harga wangi-wangian yang mahal cenderung menggunakan daun beluntas yang relatif aman dan tanpa efek samping dengan cara dikonsumsi secara langsung, yaitu sebagai lalapan. Cara pengolahan sederhana tersebut membuat masyarakat kurang tertarik karena bau sengir yang ditimbulkan daun beluntas tersebut, sehingga dicari alternatif lain dalam penyajian daun beluntas tersebut agar konsumen tertarik dalam mengkonsumsinya, yaitu dibuat seperti ?teh celup?.  Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh proses pelayuan terhadap kualitas beluntas ?celup?, mengetahui adanya pengaruh penambahan proporsi melati terhadap kualitas beluntas ?celup?, dan mengetahui proses pembuatan beluntas ?celup?. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Desember 2007 di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) petak terbagi (Split-plot) dengan 3 kali ulangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pengukusan dan penambahan bunga melati terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, pH, tingkat kecerahan (L), tingkat kehijauan (b+), rasa seduhan, aroma seduhan dan aroma krosok beluntas celup. Perlakuan terbaik adalah perlakuan A1B1 (dengan pengukusan dan penambahan bunga melati 50%) yang menghasilkan krosok beluntas dengan kadar air 17,23%; kadar vitamin C 0,006 mg, kadar abu 14,92%, TPT 0,006 oBrix, pH 6,79, Warna: kehijauan (a-) 1,97, kekuningan (b+) 13,73, kecerahan (L) 37,37, rendemen 11,92%, organoleptik: aroma krosok 2,8 (cukup menyengat), kenampakan krosok 3,6 (menarik), rasa seduhan 3,3 (cukup suka), aroma seduhan 3,3 (cukup menyengat).

Keywords


Beluntas Celup (Kajian Pelayuan dan Penambahan Proporsi Melati); umm