ANALISIS STRUKTUR BIAYA DAN EFISIENSIUSAHATANI KENTANG (Solanum tuberosum L)(Studi Kasus di Desa Pandansari Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo)

LIYAH CHOIRIYAH

Abstract


Tanaman kentang banyak diusahakan di Indonesia terutama daerah dataran menengah sampai dataran tinggi. Pengusahaan kentang banyak dilakukan karena meningkatnya permintaan kentang. Hal ini disebabkan makin meluasnya pendayagunaan produksi kentang untuk berbagai bahan makanan, baik sebagai bahan sayuran maupun makanan ringan.
Petani dalam berusahatani mengadakan perhitungan-perhitungan ekonomi dan keuangan, walaupun tidak tertulis. Petani menghitung dan memperbandingkan antara hasil yang diharapkan dan akan diterima waktu panen dengan biaya yang harus dikeluarkan.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui struktur biaya usahatani kentang, 2) Untuk mengetahui efisiensi usahatani kentang, dan 3) Untuk mengetahui volume produksi dan harga produksi pada saat usahatani mengalami titik impas.
Penelitian ini dilakukan di Desa Pandansari Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo dengan pertimbangan daerah tersebut terdapat potensi untuk tanaman kentang dan banyak petani yang mengusahakan komoditi tersebut. Metode pengambilan sampel dilakukan secara snowball sampling yaitu metode pengambilan sampel secara sengaja dengan melakukan wawancara langsung kepada petani dan responden pertama yang terpilih memberi informasi dan petunjuk untuk mengambil sampel berikutnya. Selanjutnya sampel yang kedua menentukan sampel ketiga dan seterusnya. Karena jumlah populasi petani tidak diketahui secara pasti,maka jumlah sampel yang diambil sebanyak 25 petani. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa struktur biaya, analisa efisiensi dengan R/C Ratio dan analisa Break Even Point.
Hasil perhitungan dapat diketahui bahwa petani kentang dalam berusaha tani rata-rata biaya total produksi yang harus dikeluarkan sebesar Rp 13.240.906/ha. Sedangkan biaya yang dikeluarkan paling besar adalah bibit yaitu sebesar Rp 5.123.600/ha atau 38,7 %. Penerimaan petani perhektar rata-rata sebesar Rp 29.677.044. Perhitungan efisiensi usahatani dengan R/C Ratio diperoleh angka sebesar 2,24; sehingga usahatani kentang layak diusahakan dan menguntungkan, karena nilai R/C Ratio yang dihasilkan lebih besar dari 1. Break Even Point (BEP) usahatani kentang perhektar rata-rata untuk BEP (q) sebesar 6.471,6 kg dan BEP (p) sebesar Rp 70,35.
Berdasarkan data-data yang diperoleh dilapang dan hasil analisis disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan petani sebesar Rp 16.436.138/musim. Jadi usaha tani kentang di Desa Pandansari Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo efisien untuk diusahakan.

Keyword : Usaha tani; kentang; Anilisis Struktur Biaya

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-liyahchoir-3165-Pendahul-n.pdf


Keywords


Usaha tani; kentang; Anilisis Struktur Biaya