ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL USAHA JAMBU BIJI (Psidium guajava L) (Studi Kasus di Perkebunan Jambu Biji Perum Jasa Tirta Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang)

Aniek Andrianti S.

Abstract


Indonesia merupakan salah satu negara agraris dengan hampir 65 % dari total luas wilayahnya merupakan daerah pedesaan dimana sebagian besar penduduknya menyandarkan kebutuhan hidup pada sektor pertanian. Salah satu jenis tanaman buah yang diusahakan oleh para petani di Indonesia adalah jambu biji (Psidium guajava L). Disamping dikonsumsi dalam bentuk buah segar, jenis buah ini juga bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan juice, bubur buah, minuman sari buah (seperti buahvita) dan lain-lain. Tanaman ini sebenarnya bukan asli tanaman Indonesia, salah satu literatur menyebutkan bahwa tanaman ini berasal dari kawasan Meksiko Selatan dan Amerika Tengah, sementara literatur yang lain menyebutkan bahwa tanaman jambu biji berasal dari benua Amerika yang beriklim tropis seperti USA, Peru dan Bolivia.
Untuk mengetahui layak tidaknya jenis tanaman ini untuk diusahakan dalam skala besar maka diperlukan suatu studi kelayakan terlebih dahulu. Salah satu jenis analisa yang dapat digunakan adalah ?ANALISA FINANSIAL?. Analisa Finansial perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi suatu proyek pada tahun-tahun tertentu serta untuk mengetahui apakah proyek dalam kondisi yang menguntungkan atau sebaliknya. Disamping itu Analisa Finansial juga dapat digunakan untuk mengetahui payback period (periode untuk mengembalikan seluruh modal yang digunakan). Selain menggunakan payback period pengembalian modal dapat di lihat dengan pendakatan komulatif output lebih dari sama dengan komulatif input.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perkebunan jambu biji layak untuk diusahakan dalam skala besar, untuk mengatahui waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan seluruh modal yang digunakan, serta untuk mengetahui apakah usaha perkebunan jambu biji ini masih layak untuk diusahakan apabila terjadi perubahan menfaat dan biaya. Lokasi penelitian ditentukan dengan sengaja (purposive) yaitu di Perkebunan Jambu Biji milik Perum Jasa Tirta Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan penyewa dan pekerja kebun, sedangkan data sekunder diperoleh dari beberapa staf yang berwenang dan beberapa buku laporan yang berhubungan dengan penelitian.
Metode analisa data yang digunakan adalah analisa finansial dan analisa sensitivitas. Formulasi yang digunakan dalam analisa fianasial adalah Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period.Analisa sensitivitas yang dilakukan dengan menggunakan parameter perubahan terhadap perubahan benefit turun 20 persen, perubahan biaya investasi naik 10 persen, perubahan biaya operasional naik 12 persen.
Hasil penelitian menunjukan uasaha perkebunan jambu biji terus mengalami kenaikan sesuai dengan umur tanaman di mulai pada tahun ke tiga. Awal panen memperoleh hasil Rp. 7.822.500.00 per hektar. Output terbesar diperoleh pada tahun ke 16 yaitu sebesar Rp. 22.424.500.00 per hektar. Total biaya investasi yang dikeluarkan untuk tahun pertama adalah Rp. 10.769.500.00 dan untuk biaya operasional yang dikeluarkan adalah Rp. 101.442.325.00
Analisis finansial usaha perkebunan jambu biji untuk luasan lahan 1 hektar pada tingkat discount factor 15%, nilai NPV diperoleh sebesar Rp. 17.521.027,05. Nilai NPV yang positif ini menunjukkan bahwa apabila usaha perkebunan jambu biji dilaksanakan maka akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 17.521.027,05 atau usaha perkebunan jambu biji ini layak untuk diusahakan. Net B/C Ratio diperoleh sebesar 1,963. Nilai Net B/C Ratio lebih dari 1 menunjukkan bahwa usaha perkebunan jambu biji layak untuk diusahakan. Nilai Net B/C Ratio dalam usaha perkebunan jambu biji setiap penggeluaran Rp.1 akan mengalami keuntungan sebesar Rp. 1,963. IRR di dapatkan nilai sebesar 23,6%. Nilai IRR menunjukkan bahwa jika investasi usaha perkebunan jambu biji dilaksanakan. Investasi tersebut akan memberikan pengembalian sebesar 23,6% dari investasi awal. Jangka waktu pengembalian investasi dengan menggunakan Payback Period adalah 7 tahun 5 bulan, sedangkan denagan output komulatif adalah 8 tahun.
Analisa sensitivitas dengan menurunya harga produksi sebesar 20 persen menghasilkan nilai NPV sebesar 5.029.053,96, yang artinya penanaman investasi akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 5.029.053,96 selama umur proyek menurut nilai sekarang. Nilai Net B/C Ratio diperoleh sebesar 1,274 pada tingkat discount factor 15 persen, menunjukkan bahwa untuk setiap pengeluaran sebesar Rp. 1 rupiah akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 1,274 menurut nilai sekarang. Sedangkan niali IRR yang didapat adalah 18,22 %, nilai ini menunjukkan apabila investasi dilakukan akan memperoleh pengembalian sebesar 18,22 % dari investasi awal. Jangka waktu pengembalian investasi adalah 10 tahun.
Analisa sensitivitas dengan meningkatnya biaya investasi sebesar 10 persen menghasilkan nilai NPV sebesar 15.038.899,8, yang artinya penanaman investasi akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 15.038.889,8 selama umur proyek menurut nilai sekarang. Nilai Net B/C Ratio diperoleh sebesar 1,780 pada tingkat discount factor 15 persen, menunjukkan bahwa untuk setiap pengeluaran sebesar Rp. 1 rupiah akan memberikan keuntungan sebesar Rp. 1,780 menurut nilai sekarang. Nilai IRR yang didapat adalah sebesar 22,22 %, ini berarti apabila investasi dilaksanakan akan memperoleh pengembalian investasi sebesar 22,22 persen dari investasi awal. Jangka waktu waktu pengembalian investasi adalah 8 tahun 2 bulan.
Analisa sensitivitas dengan meningkatnya biaya operasional sebesar 12 persen menghasilkan nilai NPV sebesar 15.066.971,91, yang artinya apabila usaha ini dilaksanakan akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 15.066.971,91 selama umur proyek menurut nilai sekarang. Nilai Net B/C Ratio yang diperoleh sebesar 1,791 pada tingkat discount factor 15 persen, menunjukkan bahwa setiap pengeluaran sebesar Rp. 1 rupiah nilai sekarang akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 1,791 menurut nilai sekarang. Untuk IRR didapatkan nilai sebesar 22,21 %, nilai ini menunjukkan bila investasi dilaksanakan akan memperoleh pengembalian sebesar 22,21 % dari investasi awal. Jangka waktu pengembalian investasi adalah 7 tahun 7 bulan.

Keyword : ANALISA FINANSIAL; JAMBU BIJI

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-aniekandri-3166-Pendahul-n.pdf


Keywords


ANALISA FINANSIAL; JAMBU BIJI