FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PETANI KOPI (Studi Kasus di Desa Sukorejo Kec. Tirtoyudo Kab. Malang)

IKHWAN SHOFFAN

Abstract


Kopi memang menjadi komoditas yang paling menarik perhatian dunia. Kopi menghasilkan devisa yang besar bagi negara produsennya. Namun, kenikmatan bagi peminumnya dan keuntungan yang diperoleh dari perdagangan kopi, tak jarang hanya menetes ke bawah. Terutama pada petani sebagai produsen kopi khususnya di Indonesia, semuanya pada akhirnya berujung pada penerimaan petani kopi khususnya.
Dari latar belakang di atas pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan kopi, serta untuk mengetahui bagaimana trend kecenderungan harga kopi.
Populasi dalam penelitian ini adalah petani kopi yang ada di Desa Sukorejo Kec. Tirtoyudo Kab. Malang yang berjumlah 25 petani. Secara kondisional memungkinkan dapat diambil keseluruhan. Analisa yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan petani kopi menggunakan model analisa regresi linear berganda dengan rumus:
Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 + b4x4
Di mana
Y = Tingkat penerimaan (Rp/musim)
x1 = Tingkat pendidikan
x2 = Luas lahan (patok)
x3 = Umur pohon (tahun)
x4 = Biaya pengolahan (Rp/Kg)
a = Konstanta
b = Besar koefisien regresi masing-masing variabel independen.

Jika F hitung > F tabel, maka (H1) diterima dan (H0) ditolak, memberi pengaruh pada variabel Y, jika F hitung ? F tabel, maka (H0) diterima dan (H1) ditolak, tidak memberi pengaruh pada variabel Y. sedangkan untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan uji t.
Jika t hitung > t tabel, maka variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Jika t hitung ? t tabel, maka variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
Untuk mengetahui kecenderungan harga kopi, pada kurun waktu 7 tahun terakhir, 1997-2003 dan tahun-tahun mendatang menggunakan persamaan linier untuk trend sebagai berikut:
Y = a + bx
Di mana:
Y = Harga kopi
a = Nilai dari komponen trend.
b = Nilai komponen siklikal.
x = tahun pengamatan.
Dari hasil analisa diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan petani kopi, diperoleh nilai F hitung sebesar 132,561 dengan F tabel sebesar 2,87 karena F hitung > F tabel, maka diputuskan H0 di tolak yang secara simultan variable independen memberikan pengaruh pada variable dependen atau terdapat hubungan yang nyata antara variabel independen yang dependen. Sehingga Y = 4842095,3 + 59099,476x1 ? 61270,869x2 + 4556,743x3 + 3,035x4.
Adapun secara parsial nilai t hitung masihg-masing variabel independen Tingkat Pendidikan (x1) = 0,219, Luas lahan (x2) = -2,502, Umur pohon (x3) = 0,566, biaya pengolahan (x4) = 9,713. Nilai t tabel sebesar 1,71. Tingkat pendidikan dan umur pohon memiliki nilai t hitung < t tabel, maka berada dalam penerimaan H0 atau variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Sedangkan luas lahan dan biaya pengolahan memiliki nilai t hitung > t tabel, maka berada dalam penolakan H0 secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen. Dengan besar koefisien regresi r2 = 96,4% yang berarti sumbangan yang diberikan oleh variabel independen sebesar 96,4% dan sisanya sebesar 3,6 % dijelaskan oleh faktor lain.
Dari hasil analisa diperoleh persamaan linier untuk trend sebagai berikut:
Harga kopi = 12432,1429-1525x
Dapat diketahui bahwa beberapa tahun ke depan harga kopi cenderung mengalami penurunan, hal ini dapat diketahui dari data statistik untuk tujuh tahun ke belakang yang kita tahu harga kopi mengalami kemerosotan.

Keyword : PETANI KOPI

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-ikhwanshof-3168-Pendahul-n.pdf


Keywords


PETANI KOPI