PERBANDINGAN USAHATANI UBI JALAR VARIETAS BENI AZUMA PADA MUSIM KEMARAU DAN MUSIM PENGHUJAN

Siti Musyarofah

Abstract


Usaha dibidang pertanian merupakan salah satu jenis usaha yang penuh resiko dan masih tergantung pada alam. Meskipun pada dewasa ini manusia berusaha untuk mengendalikannya dengan teknologi pertanian yang semakin berkembang, sehingga diharapkan produksi pertanian semakin meningkat. Akan tetapi dengan meningkatnya produksi belum tentu diikuti dengan peningkatan pendapatan petani. Hal ini karena produk pertanian masih bersifat musiman. Tetapi dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini manusia berusaha memanfaatkan alam dengan teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut. Salah satu komoditas pertanian yang sedang berusaha dinaikkan pamornya menjadi salah satu alternatif bahan makanan ini adalah ubi jalar, dalam bahasa latinya Ipomea batatas L. Makanan yang dalam bahasa jawa disebut telo rambat dianggap sebagai jenis bahan pangan kelas dua yang hanya layak dihidangkan oleh masyarakat prasejahtera di desa ? desa terpencil. Padahal jenis umbi ? umbian yang satu ini memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dibanding bahan makanan lainnya seperti jagung, gandum atau bahkan beras.
Dari uraian diatas maka dapat diambil suatu tujuan penelitian yang mencakup tentang : (1) Bagaimana perbedaan biaya usahatani ubi jalar pada musim kemarau dan musim penghujan ?, (2) Bagaimana perbedaan pendapatan usahatani ubi jalar pada musim kemarau dan pada musim penghujan ?, (3) Faktor apa sajakah yang berpengaruh pada pendapatan usahatani ubi jalar varietas Beni azuma ?
Untuk penentuan hipotesisnya adalah Ho untuk struktur biaya dan pendapatan usaha tani ubi jalar Jepang pada musim kemarau dan musim penghujan adalah sama dan H1adalah struktur biaya dan pendapatan usaha tani ubi jalar adalah berbeda. Dalam metode penentuan daerah digunakan metode purposive atau metode pengambilan data dengan sengaja dan untuk metode penentuan responden digunakan metode sensus. Metode sensus ini digunakan karena semua responden yang bertanam ubi jalar pada musim kemarau dan pada musim penghujan diambil untuk diteliti.
Untuk metode analisis data digunakan metode analisis biaya yaitu analisis yang mencakup semua analisa tantang biaya. Analisis ini terdiri atas perhitungan untuk biaya dengan rumus TC = VC + FC, untuk perhitungan pendapatan dengan rumus ∏ = TR ? TC, untuk mengetahui perbedaan pendapatan digunakan t hitung, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan pendapatan digunakan metode analisa deskriptif.
Setelah data diperoleh dan data tersebut dianalisa didapatkan bahwa biaya variabel yang dikeluarkan untuk dalam proses produksi petani ubi jalar jepang pada musim kemarau dalam 1 ha/1 kali proses produksi adalah Rp 4.970.558,80 dan pada musim penghujan sebesar Rp 4.949.458,50. Untuk biaya tetapnya per 1 ha yang dikeluarkan petani sebesar Rp 1.449.100,00. Pendapatan yang diperoleh petani pada musim kemarau adalah sebesar Rp Rp 6.896.161,00 dan pada saat musim penghujan sebesar Rp 5.450.341,48. Untuk nilai t hitung pada pendapatan usaha tani ubi jalar Jepang adalah sebesar 7,930 dan nilai t untuk biaya adalah sebesar 2,359 dibandingkan dengan nilai t tabel sebesar 2,064 maka dapat diambil kesimpulan bahwa diterimanya H1 dan ditolaknya Ho yang artinya ada perbedaan struktur biaya dan pendapatan usaha tani ubi jalar pada musim kemarau dan pada musim penghujan.

Keyword : USAHATANI UBI JALAR

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-sitimusyar-3169-Pendahul-n.pdf


Keywords


USAHATANI UBI JALAR