Analisis pemasaran pada industri pengolahan biji mete (annacardium occidentale l.)Studi kasus kecamatan jatisrono kabupaten wonogiri

Niken Murdiana Hapsari

Abstract


Ditinjau dari segi harga, kacang mete memiliki harga jual yang tinggi dan setiap tahunnya cenderung naik. Harga biji kacang mete memang tergantung pada kualitasnya agar permintaan tetap tinggi. Kualitas dalam hal ini bukan hanya masalah rasa dan penampilan, tapi mulai dari proses pengolahan sampai pemasaran juga perlu diperhatikan. Rantai pemasaran panjang juga akan mengurangi mutu,selain membuat margin pemasaran besar. Jika pemasaran efektif, margin pemasaran tidak besar maka tidak akan memberatkan konsumen dan dapat meningkatkan pendapatan petani.
Tujuan penelitian ini adalah; 1. Untuk mengetahui saluran pemasaran pada industri pengolahan biji mete, 2. Untuk mengetahui margin pemasaran dari lembaga pemasaran pada industri pengolahan biji mete dan 3. Untuk mengetahui elastisitas transmisi harga dan nilai integrasi pasar pada industri pengolahan biji mete. Hipotesanya yaitu; 1. Diduga semakin panjang saluran pemasaran maka margin pemasaran semakin besar, 2. Diduga share harga terbesar yang diterima produsen adalah pada saluran pemasaran terpendek dan 3. Diduga perubahan harga di tingkat pengecer akan mempengaruhi harga di tingkat produsen.
Penentuan daerah dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu sentra industri pengolahan biji mete. Dari pertimbangan itu dipilih Kecamatan Jatisrono Kabupatan Wonogiri. Penelitian ini dilakukan pendekatan serba komoditas yang menggunakan metode Snow ball sampling, sedangkan sampel petani menggunakan teknik accidental sampling. Cara mendapatkan data primer, yaitu dengan wawancara, dari keterangan tersebut dikumpulkan dan ditelusuri sampai ke konsumen akhir yang pada tiap lembaga pemasaran yang diwawancarai. Selain itu didukung data-data dari instansi yang terkait dan literatur-literatur yang termasuk data sekunder. Metode analisa data menggunakan dua pendekatan yaitu analisis deskriptif untuk mengetahui saluran pemasaran dan analisis inferensia yang meliputi analisis margin pemasaran, distribusi margin dan share harga serta elastisitas transmisi harga dan integrasi pasar vertikal.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa saluran pemasaran biji mete di Kecamatan Jatisrono Kabupatan Wonogiri ada empat saluran pemasaran, yaitu; 1. Petani ? Tengkulak ? Konsumen, 2. Petani ? Pedagang besar ? Konsumen, 3. Petani ? Pengumpul ? Pengecer ? Konsumen, 4. Petani ? Tengkulak ? Pengumpul ? Pengecer ? Konsumen. Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran biji mete adalah tengkulak, pengumpul, pedagang besar dan pengecer. Fungsi pemasaran yang dilaksanakan oleh lembaga pemasaran meliputi : transportasi, bongkar muat, restribusi, penyusutan, sortasi dan penanganan fisik.
Margin pemasaran terbesar terjadi pada saluran pemasaran ke-4, yaitu sebesar Rp 13.000,00/kg. Jumlah distribusi margin terbesar pada empat saluran pemasaran sebesar 91,44 % yang terdapat pada saluran pemasaran ke-2 Share harga terbesar yang diterima petani terdapat pada saluran pemasaran ke-1, yaitu sebesar 88,00%. Jumlah share keuntungan terbesar pada empat saluran pemasaran sebesar 18,29 % terdapat pada saluran pemasaran ke-2. Sedangkan share harga terbesar yang diterima petani terdapat pada saluran pemasaran ke-1, yaitu sebesar 88,00 %.
Nilai elastisitas transmisi harga 3,53%. Hal ini berarti perubahan harga di tingkat pengecer akan mengakibatkan perubahan harga lebih dari 3,53% di tingkat petani. Sedangkan nilai integrasi pasar vertikal sebesar 2,24. Ini mempunyai arti bahwa pasar bersaing tidak sempurna yaitu terjadi monopsoni pembelian dari lembaga pemasaran yang di atasnya dengan yang dibawahnya.
Dalam rangka meningkatkan pendapatan petani biji mete melalui pemasaran, maka dapat diambil langkah-langkah, yaitu petani sebaiknya memilih saluran pemasaran yang bisa memberikan harga jual yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga jual yang biasa diterima sehingga petani tidak rugi. Sebelum menjual hasil panen biji mete, petani hendaknya terlebih dahulu mencari informasi tentang harga biji mete sehingga petani mendapatkan harga yang layak dan hasil penjualannya dapat menguntungkan

Keyword : Analisis Pemasaran; Biji Mete

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-nikenmurdi-3170-Pendahul-n.pdf


Keywords


Analisis Pemasaran; Biji Mete