Analisis kelayakan finansial budidaya durian petruk pada pt. Sumber arto i - keling - jepara

Herry Subeno

Abstract


Pembangunan pertanian yang dilakukan berupa pembanguan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan pendapatan saja, melainkan diperluas dengan pendapatan yang mencakup pengembangan keseluruhan sistem agribisnis yang dilaksanakan secara terpadu. Keterpaduan komoditas holtikultura merupakan salah satu prioritas dalam rangka mencapai tujuan nasional. Hasil dari upaya tersebut akan memberikan kontribusi yang besar dalam program diversifikasi pertanian yang berwawasan agribisnis.
Berdasarkan kebijaksanaan pembangunan pertanian tanaman pangan tersebut, maka buah Durian Petruk dapat dikatakan sebagai salah satu komoditi tanaman pangan yang secara nasional dapat diprioritaskan pengembangannya karena nilai ekonomi yang cukup tinggi. Peluang ini menarik pengusaha untuk mengebunkan durian secara intensif. Budidaya Durian Petruk dengan pola yang tepat akan menghasilkan adanya peningkatan produksi buah Durian Petruk dengan mutu dan kualitas yang baik sehingga akan mampu meningkatkan pendapatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur biaya, kelayakan finansial, dan mengetahui sensitifitas yang terjadi pada budidaya Durian Petruk pada PT. Sumber Arto I.
Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di PT. Sumber Arto I Keling Jepara, dengan alasan bahwa PT. Sumber Arto I merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertanian. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari PT. Sumber Arto I.
Hasil analisa biaya terbagi atas biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi yang diperhitungkan merupakan biaya yang dibutuhkan untuk mengawali proyek budidaya Durian Petruk. Biaya investasi yag dimulai pada tahun ke-0 sebesar Rp. 186.780.000.- kemudian biaya operasional yang dimulai pada tahun ke-1, lebih kecil dari biaya investasi yaitui sebesar Rp. 77.935.700,-. Produksi dimulai pada tahun ke-5 sebesar Rp. 28.500.000,- dan pada tahun-tahun berikutnya mengalami peningkatan produksi sehingga sekitar pada tahun ke-6 keuntungan dapat dinikmati.
Budidaya Durian Petruk dalam penelitian ini layak untuk diusahakan yaitu dengan melihat hasil NPV yang didapat pada tingkat diskonto 17,5 % sebesar Rp. 105.135.000,- dan Net B/Cnya 1,25. Sedangkan IRR yang didapatkan sebesar 21 % dengan Payback Period 6,5 tahun.
Hasil sensitifitas dengan tiga skenario yaitu yang pertama dengan meningkatnya harga pupuk sebesar 30 %, budidaya Durian Petruk tetap layak untuk diusahakan. Skenario kedua dengan menurunnya harga jual buah sebesar 20 %, dan skenario ketiga meningkatnya harga pupuk sebesar 30 % disertai menurunnya harga jual buah sebesar 20 %, budidaya Durian Petruk tidak layak untuk dibudidayakan

Keyword : Analisis Kelayakan Finansial; Budidaya Durian

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-herrysuben-3172-Pendahul-n.pdf


Keywords


Analisis Kelayakan Finansial; Budidaya Durian