Analisis Produksi, Konsumsi, Dan Ekspor Komoditi Kopi Indonesia

Kadek Suambo Putra

Abstract


Di Indonesia, tanaman kopi dibudidayakan oleh rakyat dan perkebunan besar di beberapa tempat, antara lain . D.I. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Irian Jaya. Dari keseluruhan sentra produksi tersebut, produksi kopinya mencapai 88,37% dari total produksi Indonesia.
Menurut FAO, pada tahun 1997, diantara negara-negara penghasil kopi di dunia, luas panen kopi di Indonesia berada ditingkat keempat sesudah Brazil, Cote d' Ivoire dan Colombia. Walaupun demikian, produktivitas perkebunan kopi di Indonesia masih rendah dan berada di urutan ke -53 (yaitu 375 kg/ha) dari 80 negara penghasil kopi dunia. Produktivitas perkebunan kopi yang tertinggi adalah negara Martineque (2,5 ton/ha), kemudian disusun oleh China dan Vietnam, masing-masing 2, 0 dan 1,8 ton/ha.
Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi, konsumsi dan ekspor kopi di Indonesia, Mengetahui tingkat elastisitas produksi, konsumsi dan ekspor kopi di Indonesia, Mengetahui laju pertumbuhan produksi, konsumsi dan ekspor kopi Indonesia.
Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda untuk menentukan factor-faktor yang mempengaruhi produksi, konsumsi, dsn ekspor kopi Indonesia. Analisa deskriptif untuk menjelaskan dengan uraian kalimat, mengenai tabel, dan hasil analisa.
Dalam penelitian ini lokasi ditentukan secara sengaja yakni Indonesia. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan Indonesia merupakan salah satu negara penghasil dan pengekspor komoditi kopi terbesar di dunia. Hal yang juga menjadi pertimbangan adalah ketersediaan data.
Dari hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Produksi kopi Indonesia dipengaruhi oleh variable-variabel Luas lahan kopi, harga kopi domestik (Indonesia), harga kopi Amerika Serikat, dan harga kopi Jepang.
2. Konsumsi kopi Indonesia dipengaruhi oleh variable-variabel pendapatan nasional Indonesia, dan jumlah penduduk Indonesia.
3. Ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat dipengaruhi oleh variable-variabel pendapatan nasional negara Amerika Serikat, dan harga kopi Amerika Serikat, dan harga kopi domestik (Indonesia).
4. Ekspor kopi Indonesia ke Singapura dipengaruhi oleh variable-variabel pendapatan nasional negara Singapura, dan harga kopi Singapura, nilai tukar rupiah terhadap dollar Singapura, dan harga kopi domestik (Indonesia).
5. Ekspor kopi Indonesia ke Jepang dipengaruhi oleh variabel harga kopi negara Jepang, pendapatan nasional negara Jepang, dan harga kopi domestik.
6. Elastisitas luas lahan terhadap produksi kopi Indonesia adalah sebesar 0,001238, artinya apabila luas lahan kopi mengalami pertambahan, maka produksi kopi Indonesia akan mengalami pertambahan sebesar 0,001238 %. Elastisitas harga kopi domestik terhadap produksi kopi Indonesia sebesar 0,003167, artinya apabila harga kopi domestik mengalami kenaikan sebesar 1% maka produksi kopi Indonesia akan mengalami pertambahan sebesar 0,003167 %. Elastisitas harga kopi Amerika Serikat terhadap produksi kopi Indonesia sebesar 0,000000105, artinya bila harga kopi Amerika Serikat mengalami kenaikan 1% maka produksi kopi Indonesia akan naik sebesar 0,0000001077 %. Elastisitas harga kopi Singapura terhadap produksi kopi Indonesia sebesar 0,000000021, artinya apabila harga kopi Singapura naik 1% maka produksi kopi Indonesia akan mengalami kenaikan sebesar 0,000000021 %. Elastisitas harga kopi Jepang terhadap produksi kopi Indonesia sebesar -0,000000263, artinya apabila harga kopi Jepang naik 1% maka produksi kopi Indonesia akan mengalami Penurunan sebesar 0,000000263 %.
7. Elastisitas jumlah penduduk terhadap konsumsi kopi Indonesia sebesar 776,4497, artinya apabila jumlah penduduk mengalami peningkatan meka konsumsi kopi Indonesia akan mengalami peningkatan sebesar776,4497 %. Elastisitas pendapatan nasional terhadap konsumsi kopi Indonesia sebesar 276,9766, artinya jika pendapatan nasional naik 1% maka konsumsi kopi Indonesia akan bertambah sebesar 276,9766 %. Elastisitas harga kopi domestik terhadap konsumsi kopi Indonesia sebesar 6,876, artinya jika harga kopi domestik naik 1% maka konsumsi kopi Indonesia akan bertambah sebesar 6,876 %.
8. Elastisitas pendapatan nasional negara Amerika Serikat terhadap ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat sebesar 68,1576, artinya apabila pendapatan nasional negara Amerika Serikat mengalami kenaikan 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat akan naik sebesar 68,1576 %. Elastisitas harga kopi Amerika Serikat terhadap ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat sebesar 0,03118, artinya jika harga kopi Amerika Serikat naik 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat akan naik sebesar 0,03118 %. Elastisitas nilai tukar rupiah terhadap ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat sebesar 17,67241, artinya jika nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat mengalami kenaikan 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat akan meningkat sebesar 17,67241 %. Elastisitas produksi kopi Indonesia terhadap ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat sebesar -1158,422, artinya jika produksi kopi Indonesia mengalami kenaikan 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat akan menurun sebesar 1158,422 %. Elastisitas harga kopi domestik (Indonesia) terhadap ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat sebesar -18,30415, artinya jika harga kopi domestik (Indonesia) mengalami kenaikan 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat akan menurun sebesar 18,30415 %.
9. Elastisitas pendapatan nasional Singapura terhadap ekspor kopi Indonesia ke Singapura sebesar 763,0201, artinya jika pendapatan nasional negara Singapura mengalami peningkatan 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Singapura akan meningkat sebesar 763,0201 %. Elastisitas harga kopi Singapura terhadap ekspor kopi Indonesia ke Singapura sebesar -0,05818, artinya jika harga kopi Singapura mengalami kenaikan 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Singapura akan turun sebesar 0,05818 %. Elastisitas nilai tukar rupiah terhadap ekspor kopi Indonesia ke Singapura sebesar 16,07944, artinya jika harga kopi Singapura mengalami kenaikan 1 % maka ekspor kopi Indonesia ke Singapura akan naik sebesar 16,07944 %. Elastisitas produksi kopi Indonesia terhadap ekspor kopi Indonesia ke Singapura sebesar -1601,935, artinya jika produksi kopi Indonesia mengalami kenaikan 1 % maka ekspor kopi Indonesia ke Singapura akan turun sebesar 1601,935 %. Elastisitas harga kopi domestik (Indonesia) terhadap ekspor kopi Indonesia ke Singapura sebesar 110,3283, artinya jika harga kopi Domestik (Indonesia) mengalami kenaikan 1 % maka ekspor kopi Indonesia ke Singapura akan naik sebesar 110,3283 %.
10. Elastisitas pendapatan nasional Jepang terhadap ekspor kopi Indonesia ke Jepang sebesar -332,3005, artinya jika pendapatan nasional negara Jepang mengalami kenaikan 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Jepang akan turun sebesar 332,3005 %. Elastisitas harga kopi Jepang terhadap ekspor kopi Indonesia ke Jepang sebesar 0,01457, artinya jika harga kopi Jepang naik 1% maka ekspor kopi Indonesia ke negara jepang akan naik sebesar 0,01457 %. Elastisitas nilai tukar rupiah terhadap ekspor kopi Indonesia ke Jepang sebesar -0,300451, artinya bila nilai tukar rupiah terhadap Yen Jepang mengalami kenaikan 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Jepang akan turun sebesar 0,300451 %. Elastisitas produksi kopi Indonesia terhadap ekspor kopi Indonesia ke Jepang sebesar 2560,722, artinya bila produksi kopi Indonesia mengalami kenaikan 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Jepang akan naik sebesar 0,300451 %. Elastisitas harga kopi domestik (Indonesia) terhadap ekspor kopi Indonesia ke Jepang sebesar -28,74425, artinya bila harga kopi domestik (Indonesia) mengalami kenaikan 1% maka ekspor kopi Indonesia ke Jepang akan turun sebesar 28,74425 %.
11. Laju pertumbuhan produksi, konsumsi, dan ekspor kopi Indonesia dari tahun-ketahun menunjukkan hasil yang semakin meningkat. Walaupun nilai peningkatan tidak begitu besar.bila dilihat dari laju pertumbuhan yang semakin meningkat menjadikan komoditi kopi layak menjadi perhatian yang serius, mengingat daya jual yang cukup tinggi.

Keyword : Kopi Indonesia; Analisis Produksi; Konsumsi

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-kadeksuamb-3176-Pendahul-n.pdf


Keywords


Kopi Indonesia; Analisis Produksi; Konsumsi