ANALISIS KOMPARATIF PREFERENSI KONSUMEN PADA FLORIST DI KOTA MALANG DAN SURABAYATERHADAP PEMBELIAN BUNGA KRISAN

FARID ASHARI

Abstract


Krisan (Chrysanthemum sp.) termasuk salah satu sub sektor komoditi Holtikultura yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan prospek yang cerah. Hal ini disebabkan budidaya yang terbatas sedang permintaan pasar yang cukup banyak. Bagi para produsen bunga potong di Indonesia, bunga Krisan merupakan salah satu pilihan utama untuk ditanam. Selain karena merupakan salah satu primadona bunga potong, bunga Krisan bersifat universal, artinya diminati oleh semua kalangan . Varietasnya pun beragam, baik dari segi bentuk maupun warna. Selain pemanfaatanya yang luas, dapat digunakan sebagai bunga utama dalam rangkaian bunga, kelebihan lainya adalah daya tahan yang lebih lama.
Meningkatnya permintaan khususnya bunga Krisan di tingkat domestik dan luar negeri akibat dari meningkatnya pendapatan dan kebijakan pemerintah dalam mengelola lingkungan melalui tanaman bunga menyebabkan bisnis bunga utamanya bunga Krisan menarik untuk diusahakan. Meningkatnya bisnis bunga selain memacu perekonomian masyarakat pedesaan dan meningkatkan devisa negara, juga akan membuka kesempatan kerja, yang jadi permasalahan bahwa usaha tani bunga Krisan pada saat ini masih diusahakan oleh sebagian kecil masyarakat saja.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Untuk mengetahui karakteristik konsumen (Florist) bunga potong Krisan di kota Malang dan Surabaya ?
2. Untuk menganalisa perbedaan perilaku konsumen (Florist) dalam membeli bunga potong Krisan di kota Malang dan Surabaya ?
Penentuan lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di kota Malang dan Surabaya, dengan pertimbangan bahwa di lokasi tersebut merupakan sentra produksi dan penyebaran bunga potong Krisan di daerah Jawa Timur.
Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden melalui wawancara, quesioner dengan mengunakan alat bantu berupa daftar pertanyaan, dan pengamatan langsung di lapangan. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari instansi-instansi terkait dan dari lieratur-literatur, pustaka yang mendukung.
Metode analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif Kualitatif yaitu analisa yang berpedoman pada cara berpikir yang merupakan kombinasi yang tepat untuk menjawab pertanyaan yang dirumuskan dalam penelitiaan,
Yaitu mengapa, alasan apa, dan bagaimana.
Metode penelitian deskriptif adalah suatu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan obyek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada massa sekarang berdasarkan fakta- fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.
Metode analisis deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui perilaku konsumen (Florist) dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh berbagai sistem penjualan dan pembelian bunga potong krisan yang dilakukan oleh Florist untuk memudahkan analisis deskriptif digunakan tabel silang, gambar atau grafik dan foto-foto hasil penelitian. Sedangkan metode kualitatif digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang memepengaruhi florist dalam mengambil keputusan berkaitan dengan sistem pembelian dan penjualan bunga potong krisan.
Selain menggunakan analisa deskriptif kualitatif penelitian ini juga menggunakan analisa regresi berganda dengan menggunakan Dummy Variable, yaitu untuk dapat membedakan lokasi penelitian, yaitu Kota Malang (D=1) dan Surabaya (D=0) data didapat dari data primer yang diperoleh dari lapang dengan menggunakan kuesioner yang telah disusun sebelumnya. Data yang telah terkumpul ditabulasi dan dianalisa.
Hasil dari analisa yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa dari karakteristik responden, umur yang paling dominan adalah berkisaran 36-45 tahun, pendidikan paling banyak SLTA, jumlah tenaga kerja paling banyak antara 3-5 orang, lama usaha rata-rata 5-9 tahun. Sedangkan karakteristik dalam bentuk pembelian jumlah paling banyak diatas 400 keatas, frekwensi pembelian paling sering adalah 2-3 kali dalam satu minggu, motivasi florist yang paling dominan dalam membeli adalah untuk memenuhi kebutuhan floristnya. Dan untuk karakteristik produk warna yang paling dominan adalah warna putih dan kuning. Terdapat kesesuaian preferensi florist terhadap bunga potong krisan di kota Malang dan Surabaya yang meliputi: warna, kesegaran/ketahanan, bentuk, harga, tipe/jenis, dan ukuran panjang tangkai bunga.
Sedangkan untuk hasil regresi berganda dengan variabel dummy untuk kota Malang didapatkan hasil bahwa variabel yang paling berpengaruh adalah variabel (X3) jumlah tenaga kerja, florist di Kota Malang lebih cenderung meningkatkan jumlah pembelian bunga krisan jika tenaga kerja yang dipekerjakanya relatif banyak, sedangkan untuk Kota Surabaya variabel yang berpengaruh adalah variabel (X4) lama usaha dan (X5) motivasi membeli, semakin lama usaha cenderung akan meningkatkan volume pembelian dan sebaliknya. Dengan kata lain semakin lama usaha yang berjalan secara ekonomis usaha tersebut akan menguntungkan dan berkembang yang akan memepengaruhi skala usaha, sedangkan untuk motivasi membeli terbentuk dari adanya prediksi kebutuhan yang tinggi terkait dengan berbagai momen atau peristiwa besar saat penelitian berlangsung.

Keyword : ANALISIS KOMPARATIF PREFERENSI

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-faridashar-3184-Pendahul-n.pdf


Keywords


ANALISIS KOMPARATIF PREFERENSI