Distribusi Pendapatan Dan Pola Konsumsi Petani Cengkih (Studi Kasus Di Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan)

Lilik Setiawati

Abstract


Pembangunan sektor pertanian sebagai salah satu tujuan dari pembangunan nasional diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup rakyat kecil, salah satunya dengan diversifikasi pertanian yang diharapkan mampu mengangkat komoditi yang bisa menjadi unggulan untuk pasar ekspor. Perkebunan cengkih misalnya, mempunyai andil yang cukup besar dalam pendapatan devisa negara di sektor non-migas. Karena permintaan cengkih dalam setiap tahunnya mengalami peningkatan yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani cengkih sebagai produsen. Musim panen cengkih yang diikuti dengan harga cengkih yang tinggi membuat pendapatan petani cengkih meningkat, sehingga pertumbuhan ekonomi dan interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat pun kian kompleks. Sedangkan setiap manusia dalam hidupnya mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dan kebutuhan di luar kebutuhan pokok. Disebabkan adanya anggapan bahwa mengkonsumsi barang-barang kebutuhan tersebut mampu meningkatkan status sosial petani, sehingga tidak jarang hal ini terlalu berlebihan terutama pada saat musim panen cengkih tiba.
Hal ini juga berakibat pada perilaku yang tidak konsisten oleh rumah tangga petani yang berpengaruh terhadap pencapaian tingkat kesejahteraan yang layak karena tingkat distribusi pendapatan rumah tangga petani cengkih yang tidak efektif. Tingkat kesejahteraan petani ini juga dapat dilihat dari faktor penguasaan lahan untuk tanaman cengkih. Akibat harga cengkih yang mengalami penurunan sejak tahun 1982, maka banyak petani cengkih yang menelantarkan dan menebangi tanamannya karena dianggap tidak menguntungkan. Setelah harga cengkih mengalami kenaikan, beberapa petani cengkih yang lahannya masih ada dapat memperoleh keuntungan yang tinggi, sehingga terjadi kesenjangan antara petani cengkih yang memiliki lahan luas dengan petani cengkih yang berlahan sempit. Hal tersebut menyebabkan distribusi pendapatan di antara petani cengkih tidak merata.
Dengan melihat fenomena yang ada dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.Bagaimana distribusi pendapatan petani cengkih berdasarkan luas tanah garapan.
2.Bagaimana pola konsumsi petani cengkih berdasarkan luas tanah garapan.
Tujuan penelitian dari penelitian ini adalah:
1.Untuk mengetahui distribusi pendapatan petani cengkih berdasarkan luas tanah garapan.
2.Untuk mengetahui pola konsumsi petani cengkih berdasarkan luas tanah garapan.
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan yang diambil secara sengaja (purposive) dengan pengambilan sample yang dilakukan secara Random Sampling atau secara acak sederhana. Data penelitian berupa data primer dan data sekunder yang diprioritaskan sesuai dengan kebutuhan analisis. Alat analisa yang digunakan adalah dengan menggunakan Indeks Gini untuk mengetahui distribusi pendapatan petani cengkih berdasarkan tanah garapan dan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi antara petani cengkih lahan luas dan petani cengkih lahan sempit dapat diketahui secara diskriptif dari data yang didapat baik dari lapang maupun data sekunder.
Dari hasil analisa data diketahui bahwa 65 % responden memiliki lahan sempit untuk usaha tani tanaman cengkih dan 35 % responden memiliki lahan luas. Rasio Gini yang diperoleh yaitu sebesar 0,26 yang berarti distribusi pendapatan antara petani cengkih lahan luas dengan patani cengkih lahan sempit merata karena nilai Rasio Gini mendekati nol maka makin merata distribusi pendapatannya. Hal ini disebabkan karena petani cengkih tidak hanya memperoleh pendapatan dari hasil cengkih, tetapi juga dari pekerjaan lain di luar cengkih. Sehingga tingkat kepemilikan luas lahan tidak mempengaruhi tingkat pendapatan petani.
Rata-rata konsumsi pangan rumah tangga petani cengkih lahan sempit sebesar 63,21 % lebih besar dari rata-rata konsumsi pangan rumah tangga petani cengkih lahan luas sebesar 39,96 %. Hal ini disebabkan karena pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sisa dari pendapatannya digunakan untuk kebutuhan lainnya. Alasan lainnya adalah kebutuhan pangan bagi petani cengkih lahan sempit menjadi prioritas utama. Sedangkan rata-rata konsumsi pangan rumah tangga lahan luas sebesar 39,96 % lebih kecil dari pada rata-rata konsumsi non pangannya yaitu sebesar 60,04 %. Hal ini disebabkab karena petani cengkih lahan luas lebih mengutamakan pendidikan dari anak-anak mereka, hal itu membuktikan bahwa petani cengkih lahan luas sudah menyadari tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan keluarga petani cengkih itu sendiri.

Keyword : Cengkih; Pola Konsumsi

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/65/jiptummpp-gdl-s1-2005-liliksetia-3220-Pendahul-n.pdf


Keywords


Cengkih; Pola Konsumsi