Department of Agribisnis, 2003

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

PERUMUSAN KELEMBAGAAN BENIH PADI INDONESIA (Studi Kepustakaan atas Kebijakan Perbenihan)

Agus Wahyudi

Abstract


Kelangkaan benih sering terjadi karena peristiwa anomaly (penyimpangan) iklim dan bencana banjir. Kelangkaan benih yang terjadi sedapat mungkin harus dapat diatasi dimasa yang akan dating, sehingga penelitian perlu mengetahui keadaan kelembagaan perbenihan saat ini dan kelembagaan yang dapat menjawab kelangkaan benih dimasa yang akan datang.
Secara khusus tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan keadaan kelembagaan perbenihan saat ini dan merumuskan kelembagaan perbenihan di masa yang akan datang berdasarkan acuan keadaan kelembagaan perbenihan saat ini.
Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang mengkaji kebijakan perbenihan dan peraturan perundang-undangan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Data-data yang berupa kebijakan, peraturan, laporan penelitian dan laporan kegiatan bidang perbenihan padi dianalisis secara kualitatif. Analisa ini ditekankan pada proses pembandingan, adaptasi, dan sistesis data kualitatif.
Sektor industri benih komersial di Indonesia masih relatif kecil, baik dalam jumlah dan skala usahanya. Dalam sektor formal industri perbenihan komersial, terdapat dua BUMN yaitu PT Sang Hyang Seri (SHS) dan PT Pertani yang mendominasi pasar benih padi, dan memasok lebih dari 50% produksi benih unggul padi. Penyediaan varietas unggul merupakan salah satu faktor penting untuk pengembangan suatu industri benih yang berorientasi memproduksi benih unggul bermutu. Meskipun varietas unggul telah berperan besar dalam peningkatan produksi, namun masih terasa belum memenuhi keinginan konsumen atau penggunanya. Dominasi perakitan varietas unggul oleh Badan Litbang Pertanian menunjukkan kurang berkembangnya penelitian pemuliaan di lembaga atau badan lain terutama sektor swasta.
Lembaga BBI, BBU, BBP atau Kebun Benih di masa mendatang hendaknya diarahkan menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang industri benih dengan pengelolaan yang lebih profesional.
Hubungan Balai Penelitian yang menghasilkan benih penjenis (BS) dari kegiatan pemuliaan tanaman dengan industri benih adalah hubungan kerja yang saling menguntungkan. Selama ini industri benih memperoleh benih penjenis tanpa memperhitungkan biaya untuk memperoleh benih penjenis tersebut.

Keyword : benih padi; pembenihan

Link terkait  : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/15/jiptummpp-gdl-s1-2004-aguswahyud-734-Pendahul-n.pdf



Abstract: PDF , PS , DOC